Dahlan Iskan Ingatkan Pilih-pilih Dukung Pengusaha di Tengah Corona

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 18 Mei 2020 14:50 WIB
Mantan Dirut PLN yang juga mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan. Dahlan diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan 21 gardu listrik di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara pada 2011-2013. Lamhot Aritonang/detikcom.
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meminta agar BUMN ambil peran di tengah krisis pandemi Corona (COVID-19). Menurutnya bank BUMN punya peran besar menjaga perekonomian Indonesia.

Dalam situasi seperti ini BUMN perbankan dinilai harus meringankan pelaku usaha dengan memberi penyaluran kredit kepada para pengusaha tertentu. Misalnya pengusaha eksportir karena sangat berperan dalam perekonomian nasional.

"Jadi menurut pendapat saya, sekarang ini kita memang harus berpihak kepada para pengusaha. Tetapi juga kita lihat peran pengusaha itu dalam menjaga ekonomi nasional," kata kata Dahlan dalam diskusi virtual bersama LP3ES, Senin (18/5/2020).

Menurutnya, yang nomor satu harus betul-betul dijaga jangan sampai kolaps adalah para eksportir. Jika perusahaan yang selama ini rajin ekspor sudah kolaps, Dahlan menyebut akan berdampak sangat buruk.

"Karena begitu kolaps, bukan hanya perusahaan itu yang sulit, tetapi juga kita semua sulit," ucapnya.

Salah satunya jaringan para pengusaha itu di internasional bisa hilang. Dengan begitu, akses mereka di internasional pasti ikut lenyap. Untuk itu, pemerintah dinilai harus memiliki daftar pelaku eksportir agar benar-benar dijaga keberlangsungannya saat ini.

"Kemudian jalur logistik di dalam negeri hilang, sistemnya hilang, maka kita penyesalannya akan sangat luar biasa. Sebaiknya pemerintah harus punya daftar perusahaan eksportir yang harus dijaga agar jangan sampai ini kolaps, termasuk dukungan apa yang harus diberikan," serunya.


Prioritas kedua yang harus dijaga keberlangsungannya adalah perusahaan yang selama ini mampu berperan mengurangi impor. Dalam hal ini adalah perusahaan yang memproduksi barang-barang substitusi impor.



Simak Video "Ekonomi RI Minus, Jokowi Bandingkan dengan Negara Lain"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)