Antisipasi Krisis Pangan, China Timbun Daging Babi hingga Beras

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 21 Mei 2020 22:00 WIB
Ilustrasi bendera China/ebcitizen.com
Foto: Internet/ebcitizen.com

Mengenai beras, China adalah produsen biji-bijian pokok terbesar di dunia. Sebagian besar pasokan berasnya diamankan untuk konsumsi dalam negeri. Namun, fenomena panic buying menyebabkan dorongan besar untuk mengimpor beras demi mengamankan cadangan nasional.

Pada April lalu, pemerintah China mengatakan akan meningkatkan pembelian beras. Pemerintah China juga memastikan untuk saat ini stok beras aman.

Sementara, pasokan kedelai dalam negeri tengah mengalami tekanan. China juga merupakan importir terbesar kedelai yang dibutuhkan di dalam negeri untuk diolah menjadi minyak goreng dan pakan ternak.

Menurut data bea dan cukai China, pada bulan April impor kedelai turun 12% dari tahun sebelumnya. Pasalnya, Brasil yang merupakan pemasok utama kedelai untuk China sedang mengalami cuaca buruk.

Tak hanya komoditas pangan, China saat ini juga tengah menimbun minyak untuk cadangan energi dalam negeri. Anjloknya harga minyak dunia dijadikan kesempatan bagi China untuk membeli minyak dalam jumlah yang sangat besar. Sejak kuartal I-2020, impor minyak mentah melonjak drastis.

Meski begitu, China masih memiliki tantangan dalam mengamankan stok minyaknya. Negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut memiliki keterbatasan penyimpanan minyak.


(ara/ara)