Garuda Jatuh Tertimpa Tangga, Pendapatan Drop dan Batal Layani Haji

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 02 Jun 2020 14:28 WIB
450 Jamaah haji kloter pertama embarkasi Jakarta diberangkatkan ke Tanah Suci. Selain Menag Suryadharma Ali dan Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo juga hadir dalam pelepasan jamaah haji di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Selasa (10/9/2013). File detikFoto.
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta -

PT Garuda Indonesia menilai ditundanya pemberangkatan jemaah haji 2020 cukup berdampak signifikan terhadap bisnis maskapai pelat merah tersebut. Sebab saat ini bisnis mereka sedang drop di tengah pandemi COVID-19.

Keputusan terkait ditundanya pemberangkatan haji ini berlaku untuk semua Warga Negara Indonesia (WNI). Maskapai Garuda Indonesia yang sebelumnya telah ditunjuk untuk melayani penerbangan ibadah haji.

"Lumayan (signifikan dampaknya) dong. Apalagi yang lainnya drop banyak tahun ini," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra melalui pesan singkat kepada detikcom, Selasa (2/6/2020).

Penerbangan haji, lanjut dia berkontribusi 10% terhadap pendapatan bisnis Garuda Indonesia.

Sementara ini pihaknya akan memaksimalkan bisnis lainnya, di luar penerbangan jemaah haji.

"Fokus ke cargo, charter dan juga memaksimalkan penumpang," sebutnya.

Selain itu pihaknya juga membutuhkan dukungan dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terkait sektor transportasi udara.

"Kita butuh dukungan semua pihak," tambah Irfan.



Simak Video "Pemberangkatan Haji Ditunda, Calon Jemaah Ini Hanya Pasrah dan Ikhlas"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/dna)