Omzet Zoom Meroket 168% dalam Tiga Bulan

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 03 Jun 2020 14:28 WIB
Aplikasi video conference Zoom mengakuisisi Keybase untuk meningkatkan keamanan terenkripsi secara end-to-end
Foto: Zoom
Jakarta -

Zoom melaporkan pendapatnya bertumbuh sebesar 169% pada kuartal I-2020. Pertumbuhannya jauh lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan pendapatan yang naik dua kali lipat ini didorong jutaan pelanggan baru yang beralih ke layanan virtual di tengah pandemi Corona.

Pendapatan Zoom mencapai US$ 328.2 juta setara Rp 4,6 triliun (kurs Rp 14.480/ dolar US) dengan laba per saham sebesar 20 sen.

Perusahaan digital itu langsung merombak target kinerjanya secara signifikan. Pendapatan ditarget antara US$ 1,78 miliar (Rp 25 triliun) menjadi US$ 1,80 miliar (Rp 25,6 miliar). Dengan target itu, Zoom berharap bisa menghasilkan laba per saham U$1.21 ke U$1.29.

"Bergerak maju, dengan membangun kapasitas tambahan di pusat data perusahaan. Kami berharap mendapatkan beberapa efisiensi," kata Kepala Keuangan Kelly Steckelberg. Dikutip dari CNBC, Rabu (3/6/2020).

Hingga saat ini Zoom memiliki 769 pelanggan baru dengan biaya berlangganan lebih dari US$ 100.000 (Rp 1,4 miliar) dalam setahun. Angka itu naik 90%, dibandingkan tahun sebelumnya hanya 86%. Secara total Zoom memiliki 265.400 pelanggan dengan lebih dari 10 karyawan.


Mengutip data dari perusahaan App Analytics Apptopia, pengguna aplikasi seluler Zoom memiliki 173 juta pengguna aktif bulanan per 27 Mei, naik dari 14 juta pada 4 Maret

Semakin banyak orang berbondong-bondong menggunakan Zoom. Perusahaan berusaha mengembangkan masalah keamanan dan privasi pada aplikasi. Zoom mengatakan 90 hari ke depan akan terus meningkatkan solusi masalah privasi.

April lalu Facebook memperkenalkan fitur panggilan video yang disebut Messenger Rooms yang dapat berfungsi sebagai alternatif seperti versi gratis Zoom.



Simak Video "Berkat WFH, Pendiri Zoom Masuk Deretan Orang Terkaya di Amerika"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)