Perjalanan Haji Dibatalkan Tahun Ini, Penyelenggara: Tak Mengejutkan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 03 Jun 2020 15:10 WIB
ilustrasi haji
Foto: detikcom
Jakarta -

Keputusan pemerintah membatalkan haji tahun ini bukan menjadi kabar yang mengejutkan bagi Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji (Sapuhi). Hal itu menimbang perkembangan virus Corona yang terjadi saat ini.

Demikian disampaikan Ketua Umum Sapuhi Syam Resfiadi kepada detikcom, Rabu (3/5/2020).

"Pada dasarnya bahwa keputusan ini tidak lagi menjadi hal yang surprise atau mengejutkan karena kami selaku pemain swasta, di mana kami salah satu anggota PIHK izin yang dikeluarkan pemerintah berpikir sama apa yang disampaikan Pak Menteri," katanya.

"Melihat, menganalisa semua data-data yang ada bahwa kemungkinan kalau kita mengadakan keberangkatan haji tahun ini masih belum kondusif di mana pandeminya masih berjalan dengan sangat luar biasa bahkan diperkirakan para ahli pandemi akan memamsuki gelombang kedua dan gelombang ketiga," imbuhnya.

Pihaknya menyatakan menerima keputusan pemerintah terkait pembatalan haji tersebut. Namun, ia mengimbau agar calon jamaah tidak membatalkan hajinya karena berdampak pada kesempatan hajinya di tahun selanjutnya.

"Apapun yang terjadi memang kami selaku PIHK, haji swasta, haji khusus ini sudah siap menerima apapun keputusannya, sehingga kami tidak terlalu shock atau tidak surprise tidak terlalu kaget. Kami patuh pada pemerintah dalam hal ini Departemen Agama karena kami di bawah meraka, kami adalah mitra yang memiliki izin Departemen Agama itu sendiri," ujarnya.

Soal kerugian, ia tak menjelaskan secara rinci. Hanya, dalam catatannha jumlah calon jamaah haji khusus sebanyak 17.500 dengan biaya paket hajinya mencapai US$ 10.000 atau sekitar Rp 145 juta (asumsi kurs Rp 14.500).

"US$ 10.000 per orang harga rata-rata paket haji khusus," ujarnya.



Simak Video "Mau Duit Setoran Haji Kembali? Begini Prosedurnya"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/dna)