Pemerintah Dapat Bantuan Alat Proteksi Virus Corona Rp 5 Miliar

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 04 Jun 2020 14:15 WIB
Permintaan alat pelindung diri berupa face shield melonjak dalam beberapa hari belakangan. Seperti yang terlihat di Pasar Pramuka, Jakarta.
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Bantuan kepada pemerintah untuk pandemi virus Corona (COVID-19) terus mengalir. Salah satunya datang dari Hyundai Engineering Co Ltd yang menyerahkan bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebesar Rp 5 miliar berupa perlengkapan proteksi diri dan peralatan diagnosa COVID-19.

Bantuan ini merupakan lanjutan dari sebelumnya di mana Hyundai Engineering juga menyerahkan donasi kepada Pertamedika.

"Total nilai kedua donasi yang kami berikan mencapai Rp 5 miliar terdiri dari 4.800 unit peralatan diagnosa, 260.000 unit masker serta 1.500 unit termometer. Donasi ini akan didistribusikan ke seluruh penjuru Indonesia melalui BNPB," kata Delegasi Hyundai Engineering dalam keterangannya, Kamis (4/5/2020).

Dalam sambutannya di depan Kepala BNPB Doni Monardo, delegasi Hyundai mengatakan sebagai perusahaan yang menjalankan bisnisnya di Indonesia memiliki tanggung jawab sosial.

"Kami turut bertanggung jawab membantu masyarakat Indonesia dalam menghadapi Pandemic Covid-19, dan kami berharap Indonesia dapat mengakhiri Pandemik ini dalam waktu dekat," ujarnya.

Kepala BNPB, Doni Monardo menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Hyundai Engineering.

"Kami sangat berterima kasih atas dukungannya, dan saya percaya donasi ini akan membantu Indonesia mengatasi COVID-19. Saya juga berharap ini akan memperkuat hubungan persahabatan antara Korea dan Indonesia," kata Doni.

Sebagai informasi, Hyundai Engineering Co Ltd adalah perusahaan EPC (engineering, procurement, dan construction) dari Korea Selatan, yang berpengalaman dalam mengerjakan proyek-proyek fasilitas minyak dan gas, kelistrikan serta infrastruktur.

Saat ini, Hyundai Engineering dipercaya oleh PT Pertamina (Persero) untuk mengerjakan pembangunan megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, yang merupakan satu dari enam megaproyek kilang yang dibangun Pertamina. Keenam Megaproyek kilang itu terdiri atas empat proyek perluasan RDMP dan dua proyek pembangunan baru (grass root refinery/GRR).

"Kami sangat memahami pentingnya proyek RDMP Balikpapan untuk kemajuan ekonomi Indonesia, sehingga kami berkomitmen untuk memberikan performa terbaik kami untuk dapat menyelesaikan proyek ini sesuai jadwal dan spesifikasi yang ditargetkan," ujarnya.

Diketahui, RDMP Balikpapan akan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang dari 260.000 barel per hari (bpd) menjadi 360.000 bpd serta meningkatkan kualitas produk BBM dari setara Euro II menjadi setara Euro V, dan akan mengurangi beban impor solar hingga 17% karena produksi solar meningkat 23% atau 30.000 barel per hari.

RDMP Kilang Balikpapan juga akan menghasilkan produk baru propilen sebesar 230.000 ton per tahun. Proyek dengan nilai investasi sebesar US$ 6,5 miliar ini ditargetkan selesai pada 2023 mendatang untuk tahap pertama, kemudian tahap kedua ditargetkan tuntas pada 2025.



Simak Video "Tambah 2.473, Kasus Corona RI Jadi 121.226"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/ara)