Ojol dan Opang di DKI Bisa Angkut Penumpang Lagi Senin Depan

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 04 Jun 2020 15:33 WIB
Ojek online kembali tengah menarik penumpang di kawasan Jakarta Selatan, Senin (13/4/2020). Kementerian Perhubungan mengizinkan ojek online (ojol) untuk kembali mengangkut penumpang wilayah yang menerapkan PSBB.
Ilustrasi (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Bulan ini juga ditetapkan sebagai masa transisi.

Anies mengatakan transportasi umum sudah bisa beroperasi dengan kapasitas penumpang setengahnya atau 50 persen dengan protokol pencegahan COVID-19. Ojek juga bisa beroperasi.

"Kendaraan umum sudah bisa beroperasi dengan 50 persen kapasitas dan dengan menerapkan prinsip jaga jarak. Lalu, kendaraan nonumum, seperti ojek dan mobil, bisa operasi dengan protokol COVID-19," jelas Anies dalam konferensi pers virtual, Kamis (4/6/2020).

Dalam paparannya, Anies menyatakan ojek konvensional atau ojek pangkalan (opang) dan ojek online (ojol) akan diizinkan beroperasi per 8 Juni mendatang. Dengan kata lain, mulai Senin depan masyarakat Jakarta bisa naik ojek online (ojol) lagi.

Sebelumnya, ojek memang dilarang beroperasi selama PSBB. Hal ini diatur dalam Permenkes No 9 Tahun 2020 dan diadaptasi Anies ke dalam aturan PSBB DKI Jakarta dalam Pergub 33 Tahun 2020.

Anies juga mengimbau masyarakat lebih banyak melakukan mobilitas dengan berjalan kaki atau naik sepeda. "Utamakan jalan kaki dan menggunakan sepeda untuk pergerakan penduduk," katanya.

Selanjutnya, Anies mengatakan bahwa penggunaan kendaraan pribadi bisa dengan kapasitas 100 persen, baik mobil maupun sepeda motor. Syaratnya, yang diangkut merupakan satu keluarga yang dibuktikan dengan kartu keluarga (KK).

"Kendaraan pribadi bisa full, kendaraan sepeda motor dan mobil yang digunakan oleh satu keluarga bisa kapasitasnya 100 persen. Motor juga boleh berboncengan bila satu keluarga," kata Anies.



Simak Video "Anies Perpanjang PSBB Transisi Jakarta 14 Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)