Pembangunan Proyek di Indonesia Melambat Digencet Corona

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 12 Jun 2020 15:22 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

MarkPlus Inc, perusahaan konsultan marketing serta riset, kembali menggelar survei dengan tema Construction Industry Perspective.

Dari hasil survei tersebut ditemukan adanya perlambatan yang signifikan pada pembangunan proyek di Indonesia sejak adanya pandemi virus Corona (COVID-19). Meski begitu, mayoritas proyek konstruksi di Indonesia tetap melanjutkan pembangunannya meski ada kebijakan PSBB.

"Kita melihat di sini memang COVID-19 memberikan dampak yang signifikan untuk perlambatan proyek di Indonesia. 80% responden setuju COVID-19 berdampak pada perlambatan dari proyek konstruksinya. Namun pada dasarnya, memang mayoritas kawasan konstruksi tetap menjalani proyeknya," ujar Business Analyst MarkPlus Inc Muhammad Faikal Yusran dalam konferensi pers virtual, Jumat (12/6/2020).

Dari 36 responden, 69% di antaranya mengaku tetap menjalankan proyek konstruksinya selama pandemi. Alasannya beragam, salah satunya karena ingin menjaga komitmen mereka terhadap pelanggan.

"88% karena untuk menjaga komitmen dengan pelanggannya," tambahnya.

Sisanya, karena memang sudah menjalankan protokol kesehatan serta untuk menata cash flow mereka.

"Alasannya karena memang 92% mereka sudah menerapkan protokol kesehatan yang memadai dan yang menarik kita temukan itu 80% nya adalah karena keinginan mereka me-manage cash flow nya," sambungnya.


Meski begitu, hasil survey MarkPlus Inc tidak merinci seberapa dalam perlambatan pembangunan proyek di Indonesia yang terdampak COVID-19 ini. Survei mereka hanya fokus pada dampak COVID-19 kepada industri konstruksi secara umum, persepsi terhadap metode inovatif konstruksi selama COVID-19 dan ekspektasi klien di industri konstruksi ke depan seperti apa.



Simak Video "WHO Ingatkan Kelonggaran Menuju New Normal Harus Dilakukan Hati-hati"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)