Pedagang Pasar Takut Ganjil-Genap Bikin Omzet Turun 50%

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 15 Jun 2020 11:16 WIB
Kondisi sitem ganjil genap di Pasar Jatinegara.
Foto: Muhammad Ilman Nafi'an/detikcom
Jakarta -

Kebijakan ganjil genap kios pasar telah diberlakukan seiring dengan dibukanya kembali operasional pasar non pangan di Jakarta.

Namun, kebijakan ini ternyata bisa berimbas ke omzet para pedagang yang miliki kios di pasar. Hasan misalnya, seorang pedagang di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan mengaku pendapatannya bisa berkurang sampai 50%.

"Ya iya lah jelas berkurang, kita buka udah cuma setengah hari. Nggak tiap hari juga, hitungan kasar aja ya 50% mah ada turunnya kali ya, lebih kali," kata Hasan ditemui detikcom di kiosnya, Senin (15/6/2020).

Sehari saja, Hasan mengatakan bisa mendapatkan omzet Rp 300-500 ribu berdagang baju. Sementara itu seminggu dia cuma bisa buka toko setidaknya 4 hari saja.

"Hitungannya sehari kan bisa gopek, kalau seminggu Rp 3,5 juta, kasar aja ini mah. Ya 50% itu bisa hilang. Ini juga belum tentu kan kita langsung ramai lagi," ujar Hasan.

Sama juga seperti Ipah, dia memprediksi pendapatannya bakal merosot. Namun, menurutnya lebih baik buka toko daripada tidak sama sekali.

"Turun mah kayaknya iya, setengah mah ada kali, jualan jadi selang-seling kan. Tapi ya daripada nggak jualan sama sekali, insyaallah ramai dah dibuka lagi toko," ungkap Ipah.



Simak Video "Aturan Ganjil-Genap Kendaraan Belum Diberlakukan di Masa Transisi"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)