Pemprov DKI Kesulitan Nyetok Bawang Merah, Kok Bisa?

M Ilman Nafi'an - detikFinance
Selasa, 16 Jun 2020 20:30 WIB
Selama kurun waktu April hingga Juni, harga bawang merah di Pekalongan belum juga turun. Harga bawang merah per kilogram (kg) masih bertahan di level Rp 52.000.
Foto: Robby Bernardi
Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta rupanya kesulitan menyiapkan stok bawang merah. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPKP) Provinsi DKI Jakarta, Darjamuni.

"Yang nggak bisa saya stok itu bawang merah walaupun kita sudah punya CAS ( Controlled Atmosphere Storage) yang bisa simpan bawang sampai 3 bulan ya kan jumlahnya baru sedikit, dan kebetulan bawangnya nggak ada," ujar Darjamuni di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (16/6/2020).

Darjamuni menjelaskan sulit menyiapkan stok bawang merah lantaran tidak ada pasokan dari daerah produsen. Selama ini daerah produsen yang memasok bawang merah ke Jakarta antara lain Brebes dan Tegal.


Sedangkan pasokan tersendat lantaran sempat terjadi gagal panen.

"Daerah Tegal, Brebes kemarin banyak gagal panenl. Nggak tahu sampai sekarang masih ada banjir," tutur Darjamuni.

Darjamuni menambahkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah berbicara dengan BUMD sektor pangan untuk menggenjot penanaman bawang merah demi mencukupi kebutuhan di Jakarta.

"Saya sudah duduk bersama-sama BUMD maupun Pasar Jaya sehingga melakukan kontrak farming. Jadi kita melakuakan penanaman juga di wilayah masing-masing dan memang hasilnya untuk ke kita, sudah kita lakukan," tutur Darjamuni.



Simak Video "Jelang Lebaran, Harga Bawang Merah di Polewali Mandar Mulai Naik"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)