Pengelola Buka Suara Soal Hoax Wajib Scan QR Code Masuk Mal

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 16 Jun 2020 22:15 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Sejak dibukanya kembali operasional seluruh pusat perbelanjaan atau mal di DKI Jakarta, muncullah berbagai aturan unik masuk mal. Salah satunya yang ramai dibicarakan di media sosial adalah soal kewajiban melakukan registrasi melalui QR Code sebelum memasuki mal.

Kewajiban satu ini sempat disalahartikan oleh seorang pengunjung dan menyebabkan salah persepsi ke banyak pengunjung lainnya. Dalam pesan berantai yang viral di media sosial dijelaskan bahwa fungsi dari scan QR Code tersebut adalah untuk melakukan pelacakan pengunjung jika terjadi kasus COVID-19.

Berikut bunyi pesan tersebut:

"Hari ini mall dibuka gaes... ! Ternyata ini tujuan masuk mall pakai barcode: Kalau ada yang positif corona di dalam gedung, maka semua yang terdaftar masuk mall tersebut langsung menjadi ODP karena kemungkinan besar ikut terpapar corona & bisa langsung dicari untuk dikarantina. Jadi, lebih baik jangan pergi ke mall2 dulu kalau ngga amat sangat butuh sekali, karena prosedurnya sama semua mall," tulis pesan berantai tanpa nama tersebut di media sosial.

Lalu, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan pun langsung angkat bicara terkait hal tersebut. Menurutnya pesan berantai itu jelas-jelas kabar bohong yang menyesatkan alias hoax.

"Cuma ada 1 hal yang mungkin kita teman-teman dan pengunjung di sini tolong bantu kita bahwa berita hoax tentang QR Code yang beredar di media sosial itu berita hoax itu bohong banget. Bahwa ternyata ada yang kena COVID-19 semua yang datang akan di lockdown di rumah. Saya kira itu bohong banget. Jadi itu perlu dilawan," kata Stefanus di Mal Kota Kasablanka, Selasa (16/6/2020).

Ia juga membantah segala isu miring yang menyebut barang-barang di mal jamuran dan kedaluwarsa akibat ditutup selama PSBB.

"Dan juga ada yang mengatakan bahwa semua barang-barang sudah jamuran dan kedaluwarsa saya kira nggak ya. Kan di supermarket kita di lotte, carrefour barangnya malah habis terus ya jadi gimana jual yang kedaluwarsa barangnya aja fast moving semuanya," sambungnya.

Ia mengimbau semua pihak untuk tidak menelan mentah-mentah informasi yang keliru dan sekaligus mengingatkan untuk senantiasa disiplin agar dapat menekan kasus COVID-19 tidak masif lagi.

"Jadi saya kira itu yang harus kita bantah sama-sama supaya itu nanti jangan dijadikan ganjalan dan tolong lah kita semua ramai-ramai menjaga apakah itu dari pengelola mal, tenant, teller, pengunjung juga pemerintah apakah itu satpol PP, polisi maupun aparat lainya tolong lebih tegas. Kenapa harus lebih tegas, supaya kita semua bisa menjamin bahwa COVID-19 ini tidak berkembang lagi terutama di Jakarta ini turun semua," pungkasnya.



Simak Video "Astha, Mal Baru Kawasan SCBD yang Lagi Ramai Dibicarakan"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)