Kemenkeu: Kita Dikenal Dunia Nggak Doyan Utang Terlalu Banyak

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 18 Jun 2020 13:20 WIB
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Suahasil Nazara dalam acara 2017 Standard Chartered Bank Global Research Briefing.
Suahasil Nazara/Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta -

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menepis tuduhan bahwa pemerintah doyan utang. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan sebaliknya Indonesia adalah negara yang paling tidak doyan utang.

Bahkan menurut dia hal tersebut diakui oleh dunia internasional. Tapi masih ada pihak yang menganggap Indonesia doyan utang.

"Kita Indonesia itu termasuk yang sangat disiplin, dikenal di dunia internasional bahwa nggak doyan utang terlalu banyak. Makanya kalau beberapa waktu terakhir itu ceritanya utang, utang, utang, utang, karena banyak teman-teman yang cuma melihat Indonesia saja, nggak membandingkan dengan negara lain," kata dia dalam live Instagram, Kamis (18/6/2020).

Dirinya mencontohkan bahwa negara lain ada yang lebih doyan utang, misalnya saja negara-negara Amerika Latin.

Suahasil membuktikan bahwa Indonesia tidak doyan utang terlalu banyak karena selama ini disiplin menjaga defisit APBN tidak lebih dari 3%.

"Indonesia itu dikenal di seluruh dunia sebagai negara yang sangat-sangat disiplin untuk membuat defisit tiap tahunnya, defisit anggaran tiap tahunnya itu di bawah 3%. Artinya apa tuh? artinya nggak mau ngutang terlalu banyak. Itu bahasa simplenya," jelasnya.

Namun dalam menghadapi pandemi COVID-19, Indonesia terpaksa memperlebar defisit APBN ke level yang lebih tinggi, 6,3%. Hal itu disebabkan Indonesia perlu memberikan perlindungan sosial buat masyarakat terdampak merebaknya virus Corona, meningkatkan pelayanan kesehatan, dan mendukung dunia usaha.

"Nah sekarang menghadapi COVID ini kebutuhannya membesar, kebutuhan kesehatan, kebutuhan perlindungan sosial, kebutuhan untuk men-support dunia usaha. Kita meminta izin kepada masyarakat, istilahnya kita minta izin kepada masyarakat, kita defisit kita mesti 6% nih, 6,3%," tambahnya.



Simak Video "IDI Singgung Kemenkeu Soal Diskriminasi Gaji Nakes"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/eds)