Mal di DKI Buka Lagi, Tempat Tidur Jadi Barang Paling Dicari

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 18 Jun 2020 14:50 WIB
summarecon mal bekasi new normal
Foto: Devi S. Lestari/detikFood
Jakarta -

Mal-mal di DKI Jakarta sudah buka kembali pada Senin (15/6/2020) lalu. Menurut catatan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), sebanyak 80 mal di Jakarta sudah beroperasi kembali di masa transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) DKI Jakarta fase I ini.

Menurut Pembina APPBI sekaligus Ketua Penasihat Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Handaka Santosa, pembukaan mal di Jakarta ini sangat ditunggu-tunggu. Pasalnya, dari total 400-an mal di Indonesia, paling banyak ada di Jakarta.

Dari catatannya, produk-produk yang paling besar kebutuhannya di mal-mal Jakarta ialah kerajinan tangan, pakaian wanita dan pria, kosmetik, dan sebagainya. Namun, ketika mal dibuka kembali setelah hampir 3 bulan hanya melayani operasional gerai pangan dan farmasi, kebutuhan masyarakat berubah drastis ke produk-produk lain.

Handaka mengungkapkan, di pembukaan kembali mal saat new normal ini, masyarakat banyak membeli kebutuhan rumah tangga untuk memasak dan juga perlengkapan kamar tidur.

"Sangat surprise begitu dibuka tanggal 15 Juni, orang banyak yang beli produk-produk rumah tangga untuk memasak, produk-produk bedroom, itu yang menjadi sangat penting," ungkap Handaka dalam Ngobrol Seru IDN Times, Kamis (18/6/2020).

Menurut Handaka, kegiatan perdagangan khususnya di mal-mal ini perlu terus dibangkitkan. Apalagi, melihat indikator konsumsi masyarakat berkontribusi 56% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Oleh karenanya sangat tepat sekali dukungan Pak Mendag agar kita tetap berjalan konsumsi domestik. Namun, tetap dilakukan pengetatan protokol kesehatan," tutur Handoko.

Jumlah mal di Jakarta yang paling banyak dibandingkan wilayah lain juga berkontribusi 50-60% pada pertumbuhan ritel di Indonesia. Dengan fakta ini, menurutnya menjaga kegiatan perdagangan di mal-mal Jakarta sangatlah krusial.

"Pertumbuhan ritel itu 50-60% ada di Jakarta. Nah itu bisa diperhitungkan dengan konsumsi yang turun di pandemi. Maka saya rasa dengan dibukanya Jakarta untuk pusat perbelanjaan menjadi momentum yang baik untuk meningkatkan perekonomian negara," pungkasnya.



Simak Video "24 Mal-Pusat Perbelanjaan di Kota Bandung Ditutup Sementara"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)