Bantu UMKM, Shopee Berikan Pinjaman hingga Perluasan Bisnis Ekspor

Angga Laraspati - detikFinance
Kamis, 18 Jun 2020 20:16 WIB
Shopee
Foto: Dok. Shopee-Penjual UMKM Shopee Grosir Baju Keisha
Jakarta -

Dalam upaya mendukung pemulihan ekonomi nasional yang telah dimulai secara berangsur-angsur dari awal bulan Juni lalu, Shopee akan memberikan bantuan untuk ekonomi UMKM. Adapun bantuan yang akan diberikan adalah berupa pinjaman spesial hingga perluasan jangkauan bisnis ekspor untuk para mitra penjual UMKM.

Melalui program 'Dukungan Pemulihan Ekonomi Nasional Shopee' Shopee menyasar para pelaku UMKM di seluruh Indonesia sebagai sektor yang terkena dampak paling berat di tengah pandemi saat ini. Mengingat bantuan ekonomi sangat diperlukan sebagai bagian krusial dari penanganan COVID-19, Shopee turut ambil peran untuk mendukung Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2020 (PP 23/2020) tentang Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Direktur Shopee Indonesia Handhika Jahja mengatakan untuk dapat bantu menyiasati dampak hebat COVID-19 terhadap perekonomian Indonesia, diperlukan sinergi berkelanjutan dari pemerintah dan pihak swasta. Program bantuan 'Dukungan Pemulihan Ekonomi Nasional Shopee' merupakan komitmen lanjutan Shopee setelah sebelumnya merilis program stimulus Dukungan COVID-19 100M Shopee.

Program ini juga telah dikurasi agar dapat menjawab kebutuhan utama dari para pelaku terdampak di masa pemulihan ekonomi ini.

"Selain menyediakan bunga pinjaman spesial dan stimulus modal, Shopee juga turut menyertakan inisiatif ekspor untuk terus memperluas jangkauan mitra penjual UMKM kami. Kami harap, bantuan ekonomi ini dapat tepat guna dan membantu sektor UMKM secara signifikan di tengah situasi pandemi," ungkap Handhika dalam keterangan tertulis, Kamis (18/6/2020).

Hal ini juga sejalan dengan pernyataan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Febrio Nathan Kacaribu di konferensi pers BKF tentang Program PEN, yaitu pemerintah menilai ada urgensi bantuan pemulihan ekonomi dalam rangka mengatasi dampak COVID-19 agar tidak mengoreksi ekonomi lebih dalam.

Terlebih karena telah meluluhlantakkan aktivitas ekonomi di berbagai lini, seperti konsumsi yang terganggu, ekspor-impor yang terkontraksi, hingga nihilnya pertumbuhan ekonomi. Oleh karenanya dibutuhkan bantuan dari semua sisi agar masyarakat Indonesia siap menghadapi pembukaan ekonomi di masa new normal ini.

Klik halaman selanjutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2