Masih Gegara Corona, Bisnis Pariwisata Belum Tentu Pulih Tahun Depan

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 19 Jun 2020 13:35 WIB
Sejak ditetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB), perhotelan di Solo ditutup. Namun, mulai 7 Juni 2020, aktivitas mulai menerapkan new normal.
Foto: Agung Mardika
Jakarta -

Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bidang Destinasi Wisata Johnnie Sugiarto mengungkapkan pemulihan bisnis di sektor pariwisata tergantung seberapa cepat perekonomian membaik.

Menurutnya bisa-bisa sektor pariwisata baru pulih 2 tahun lagi jika perekonomian yang kini dihantam pandemi COVID-19 belum kembali normal pada tahun depan.

"Kalau dia (ekonomi) nggak pulih setahun, perlu waktu 2 tahun, ya kita ikut terpaksa 2 tahun lagi baru bisa pulih karena taman rekreasi ini hidupnya dari masyarakat. Kalau masyarakat nggak ada yang datang ya kita nggak ada bisnis gitu," kata dia saat dihubungi detikcom, Jumat (19/6/2020).

Sebab jika ekonomi belum pulih maka masyarakat pun masih sulit memenuhi kebutuhan hidupnya. Mereka tidak memiliki cukup dana untuk berekreasi.

Pada situasi yang serba sulit, masyarakat akan mengutamakan kebutuhan primer, seperti memenuhi kebutuhan pangan.

Lain cerita jika ekonomi sudah pulih, otomatis masyarakat yang sebelumnya dirumahkan atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa kembali bekerja. Dengan demikian mereka memiliki penghasilan yang cukup baik.

"Kalau ekonominya bangkit, artinya rakyatnya semuanya kerja, mereka dapat upah, income-nya kembali normal ya kita akan normal kembali. Jadi kaitannya adalah bagaimana kondisi ekonomi, karena kalau ekonomi susah, rakyat punya duit pasti yang pertama dia beli makanan dulu bukan pergi jalan-jalan," tambahnya.



Simak Video "Update! Kasus Positif Covid-19 di RI Capai 109.936 Per 1 Agustus"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/zlf)