Terpopuler Sepekan

Terungkap! Anggaran Anti-Gizi Buruk Malah Dipakai buat Bikin Pagar

Danang Sugianto - detikFinance
Sabtu, 27 Jun 2020 16:45 WIB
Contoh anak stunting.
Ilustrasi stunting/Foto: internet
Jakarta -

Pemerintah saat ini tengah fokus melakukan reformasi anggaran khususnya dalam RAPBN 2021. Kebijakan itu dilakukan lantaran banyaknya program di kementerian dan lembaga yang tidak efisien.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyebutkan banyak sekali program di kementerian dan lembaga yang ternyata penggunaan anggarannya sangat jauh dari manfaat programnya.

Suharso mencontohkan program pemberantasan stunting. Menurut data yang dia temukan bahkan ada satu kementerian yang menjalankan program stunting tapi penggunaan anggarannya hanya membuat pagar puskesmas.

"Misalnya program stunting, itu saya bisa zoom terus data anggarannya. Ada salah satu kementerian ikut program stunting tapi dia mengerjakan pagar puskesmas," ujarnya dalam rapat dengan Komisi XI yang membahas reformasi penganggaran dalam RAPBN 2021 di gedung DPR, Jakarta, Selasa (23/6/2020).

Dia menjelaskan, program seperti stunting memang bisa dikerjakan di banyak kementerian. Dia mencontohkan suatu daerah tinggi angka stunting karena permasalahan air bersih. Maka pengerjaan teknis air bersih dilakukan di Kementerian PUPR bukan Kementerian Kesehatan.

Pemerintah sendiri sudah memangkas program-program di kementerian dan lembaga. Dari sebelumnya ada 428 program menjadi 102 program.

Suharso menjelaskan, sejak awal pemerintahan Jokowi memang sudah dipertegas tidak ada visi misi menteri, yang ada hanya visi misi presiden. Ketegasan itu juga turut mendorong efisiensi dari program-program di kementerian dan lembaga.



Simak Video "Waduh! Ada Anggaran Stunting Malah Untuk Pagar Puskesmas"
[Gambas:Video 20detik]
(das/eds)