Komentar Dahlan Iskan soal Jokowi yang Marah-marah

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 30 Jun 2020 18:30 WIB
Mantan Dirut PLN yang juga mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan. Dahlan diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan 21 gardu listrik di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara pada 2011-2013. Lamhot Aritonang/detikcom.
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Kemarahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyita perhatian Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Dahlan berkomentar mengenai kemarahan Jokowi melalui laman pribadinya disway.id dengan judul tulisan Marah Besar.

Seperti dikutip Selasa (30/6/2020), Dahlan menilai kemarahan Jokowi menunjukkan kondisi yang sudah keterlaluan.

"Gaya marahnya sangat Jawa. Marah di podium. Dalam bentuk ceramah. Atau arahan. Bukan marah di meja rapat. Mungkin karena beliau seorang presiden. Yang memerankan diri sebagai chairman. Bukan seorang CEO perusahaan," tulis Dahlan.

Dahlan berpandangan, mungkin presiden berharap menteri koordinator atau Menko yang menjadi CEO. Namun, Menko tak bisa jadi CEO karena sifatnya hanya koordinator bukan pengambil keputusan.

"Sepanjang keputusan masih tetap di tangan menteri, peranan menko sangat terbatas. Ia bisa memanggil para menteri. Memarahi mereka. Tapi marah saja tidak cukup. Yang ambil keputusan tetap menteri. Yang ambil langkah tetap jajaran di kementerian," ujarnya.

Sebab itu, ia menilai, efektifnya seorang Menko ialah tergantung pada wibawanya. Lulut Binsar Pandjaitan misalnya, bisa efektif bukan karena jabatan namun kepribadiannya. Apalagi, kata dia, Luhut seorang jenderal. Tapi, ada yang tak bisa dilakukan seorang Luhut yakni memecat menteri di bawahnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2