Kawasan Industri di Batang Dibuka, Erick Thohir: Saya Minta BUMN Serius!

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 01 Jul 2020 17:26 WIB
Erick Thohir, Blak-blakan soal strategi Jokowi-Amin di Jawa Barat
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Pemerintah sudah membuka Kawasan Industri Terpadu di Batang, Jawa Tengah. Kawasan ini diharapkan menjadi 'karpet merah' bagi perusahaan asing yang hendak keluar dari China dan merelokasikan pabriknya ke Indonesia.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berpesan agar BUMN yang terlibat dalam investasi tersebut harus betul-betul serius menggarapnya. Sebab Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap besar dibukanya kawasan industri tersebut bisa menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya.

"Kita harus pastikan proyek-proyek strategis, bukan proyek bisnis, tapi proyek-proyek strategis harus dijalankan seperti yang kemarin baru dicanangkan Bapak Presiden misalnya di Batang dan saya akan meminta para BUMN yang terlibat di Batang untuk serius karena ini bagian dari breakthrough kita supaya seperti arahan Presiden di mana pembukaan lapangan kerja harus terus terjadi dalam kondisi seperti ini dan kita punya kekuatan itu," kata Erick dikutip dari Youtube Kementerian BUMN, Rabu (1/7/2020).

"Masa kita kalah peringkatnya dari Thailand, India, Vietnam, bahkan terakhir Kamboja. Tidak bisa, kita ini bangsa besar," tambahnya.

Erick yakin jika semuanya dijalani dengan kerja keras dan benar maka segalanya akan dimudahkan. Apalagi dia sudah menekankan pentingnya akhlak menjadi nilai utama (core value) dalam mengelola perusahaan pelat merah.

"Kalau kita bersatu fokus kepada proyek-proyek itu, bisa berjalan insyaallah. Kita tidak boleh kehilangan momentum dan ini semua bukan seremonial, seperti di Batang itu bukan seremonial tapi komitmen yang harus kita jalankan. Insyaallah saya yakini dengan kerja keras kita semua, dengan akhlak kita sebagai core value bismillah lillahita'ala Allah akan memudahkan," doanya.

Apalagi BUMN memegang peranan penting bagi perekonomian nasional. Jika BUMN tidak terus bergerak, maka perekonomian nasional juga akan melambat.

"Tentu kita harus terus dengan kondisi data-data ekonomi seperti ini karena kekuatan kita sepertiga (ekonomi). Kita terus harus gerakkan," imbuhnya.



Simak Video "Jokowi Senang Ada 7 Investor Masuk ke Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)