Tenaga Medis Dapat Bantuan APD dari BUMN

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 03 Jul 2020 10:58 WIB
Pedagang menunggu calon pembeli masker di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (28/2/2020).  Harga masker yang sempat menyentuh sekitar Rp1,7 juta per kotak untuk jenis N95 karena dampak virus corona, kini telah turun hingga sekitar 50 persen menjadi sekitar Rp800 ribu hingga Rp900 ribu per kotak, sementara untuk masker bedah dari harga sekitar Rp250 ribu menjadi Rp160 ribu per kotak. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Jakarta -

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PPI menyalurkan bantuan berupa alat pelindung diri (APD) dan paket pangan kepada RSUD Kota Bekasi, kemarin. Bantuan itu diberikan kepada tenaga medis sebagai dukungan karena mengobati dan merawat pasien COVID-19.

"Sebagai rasa empati sosial untuk para tenaga medis dalam berjuang melayani pasien COVID-19, PT PPI memberikan bantuan APD dan paket pangan tahap ketiga ini ke rumah sakit di wilayah Bekasi, yang sampai saat ini masih termasuk dalam zona merah, setelah sebelumnya juga menyerahkan ke rumah sakit di Jakarta dan Depok," ujar Corporate Secretary PT PPI, Syailendra dalam keterangannya, Jumat (3/7/2020).

Bantuan yang diserahkan PT PPI tersebut yakni APD coverall suit yang terdiri dari baju pelindung standar medis, masker, face shield, dan sarung tangan sebanyak 200 set.

Syailendra mengatakan, setelah penyerahan bantuan hari ini, PT PPI berencana untuk kembali mengirimkan bantuan APD ke rumah sakit lainnya.

"Insyaallah dalam waktu dekat ini, PT PPI masih akan memberikan dukungan APD beserta paket pangan," ujar Syailendra.

Lebih lanjut, PT PPI juga membentuk COVID Ranger yang terdiri dari karyawan kantor pusat dan kantor cabang, yang selama ini terus berkoordinasi dengan Kementerian BUMN, khususnya bersinergi dengan BUMN klaster pupuk dan pangan terhadap program persiapan new normal dengan membuat timeline bersama hingga Desember 2020.

Strategi dorong UMKM

PPI melakukan sejumlah strategi untuk mendorong ekspor nasional. Cara yang ditempuh di antaranya, melaksanakan pameran dagang skala internasional, membentuk representative office di beberapa negara dan bekerja sama secara aktif dengan perwakilan Indonesia di luar negeri melalui Indonesia Trade Promotion Center dan atau para diaspora.

PPI juga mendirikan Graha Ekspor di Jakarta yang difungsikan sebagai showroom produk milik sendiri, juga produk-produk UMKM, dan komoditi-komoditi Indonesia yang sudah siap menembus pasar dunia. Graha Ekspor diharapkan sebagai rumah dan export solution bagi semua mitra bisnis untuk melihat langsung produk atau komoditas yang dicari.

PPI juga punya program kemitraan dengan petani, nelayan, dan UMKM, merupakan pola sumber pasokan dalam percepatan ekspor PPI. PPI telah beberapa kali melakukan ekspor kopi ke Mesir dan Taiwan.

"Program kemitraan dengan petani, nelayan, dan UMKM, adalah strategi PPI dalam menyerap produk UMKM, terutama untuk pasar ekspor," terang Direktur Utama PPI, Fasika Khaerul Zaman.

"Komoditi kopi dari berbagai petani kopi di seluruh Indonesia sudah beberapa kali kami ekspor dan mendatang segera akan di re-ekspor. Begitu pun dengan komoditi UMKM arang batok atau coconut charcoal yang saat ini dalam proses re-ekspor setelah sempat vacuum karena pandemic COVID-19 ini," lanjutnya.



Simak Video "Pembuat "Baju-baju Tempur" Pejuang Terdepan Hadapi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/ara)