Erick Thohir Bicara soal Maskapai hingga Harga Tiket

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 03 Jul 2020 17:05 WIB
Erick Thohir menggantikan posisi Rini Soemarno sebagai Menteri BUMN periode 2019-2024. Proses sertijab jabatan itu pun digelar di Kantor Kementerian BUMN.
Menteri BUMN Erick Thohir/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Industri penerbangan menjadi salah satu industri yang paling terdampak virus Corona, begitu juga maskapai BUMN. Namun, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tak mungkin tutup.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, Garuda ialah perusahaan yang unik. Menurutnya, jika Garuda tutup maka akan terjadi monopoli.

"Sama juga yang selalu diomongin Garuda, Garuda ini unik karena kalau kita tutup sekarang monopoli. Saya bukan anti Lion Air, mohon maaf, tapi kalau ini cuma satu-satunya akhirnya jadi monopoli," katanya dalam sebuah webinar, Kamis malam (2/7/2020).

Dia bilang, BUMN juga berperan untuk mencegah persaingan tidak sehat. BUMN mesti masuk walaupun kadang rugi.

"Kemarin saja sebelum saya jadi menteri udah ribut-ribut harga tiket yang mahal karena oligopoli. Hal-hal ini juga menjadi daya tarik BUMN sendiri ketika ada persaingan tidak sehat di situlah BUMN mesti masuk, kadang-kadang mesti rugi," ujarnya.

Selain maskapai, Erick Thohir mengatakan, kinerja bandara juga anjlok karena adanya Corona.

"Airport kita itu ya sama penurunan flow daripada passenger sangat drop, sangat jauh tapi tetap kita juga nggak mungkin airport ditutup, tidak mungkin kereta api ditutup," terangnya.



Simak Video "Erick Thohir Beberkan Biang Kerok Tagihan Listrik Membengkak"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/ara)