Menaker Janji Bangun Lebih Banyak BLK Komunitas Berbasis Pesantren

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Sabtu, 04 Jul 2020 21:19 WIB
Ida Fauziyah
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, mengatakan akan terus membangun kompetensi warga di lingkungan pesantren dengan memperbanyak pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas berbasis pesantren. Program BLK Komunitas sendiri merupakan terobosan dari Presiden Joko Widodo dalam peningkatan kompetensi SDM Indonesia.

"Hadirnya BLK Komunitas di lembaga pendidikan keagamaan, diharapkan santri atau siswa dari lembaga pendidikan keagamaan serta masyarakat, memiliki akses pelatihan keterampilan kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja lokal," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7/2020)

Tidak hanya itu, Ida menuturkan di masa COVID-19, Kemnaker juga ingin berkontribusi membangun lingkungan pesantren yang sehat dengan membuat sanitasi yang baik.

"Program ini tentunya melibatkan tenaga kerja yang ter-PHK maupun dirumahkan," ungkapnya saat peletakan batu pertama pembangunan gedung bedah sentral dan rawat inap Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur

Terkait pembangunan RSNU Jombang, Ida mengaku semua pihak patut bangga atas perkembangan RSNU Jombang. Setelah selama 9 tahun memberikan pelayanan kini Rumah Sakit tersebut melanjutkan pembangunan tahap kedua.

"Hal ini menunjukkan keberadaan rumah sakit ini makin dibutuhkan dan diterima masyarakat Jombang dan sekitarnya, dalam memberikan layanan kesehatan," ucap Ida.

Menurut Ida sebagai sebuah sarana layanan sekaligus badan usaha, keberadaan RSNU menjadi sangat vital. Hal ini selaras dengan makin tingginya pemahaman dan kesadaran masyarakat terkait isu kesehatan.

Ida menambahkan pandemi COVID-19, juga telah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan, mulai pencegahan, deteksi dini, sampai pengobatan. Karenanya, RSNU Jombang harus terus menjadi rumah sakit modern dengan fasilitas mutakhir, serta didukung tenaga medis dan paramedis yang profesional.

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis dan paramedis yang andal dan profesional, serta upaya meningkatkan layanan yang makin prima, Ida menekankan perlunya sinergitas antara pemerintah, perguruan tinggi (baik perguruan tinggi di lingkungan NU maupun non-NU), swasta, serta institusi lain yang relevan.

"Saya yakin jajaran pengelola dan struktural NU telah dan akan terus meningkatkan sinergitas dan networking dengan semua pihak yang relevan, terutama dengan pemerintah," jelasnya.

Peletakan batu pertama pembangunan RSNU ini turut dihadiri Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto; Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PPDT), Abdul Halim Iskandar; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa; Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab; Plt. Dirjen Binapenta & PKK, Aris Wahyudi; dan Dirut RSNU, Bambang Dwi Hayunanto.



Simak Video "Ini Syarat Dapat Rp 600 Ribu dari Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mul)