Katanya RI Naik Kelas Pendapatan, Maksudnya Gimana?

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 06 Jul 2020 17:00 WIB
tourist budget for holidays in Indonesia. favorable exchange rates for the dollar to Indonesian rupees.
Foto: iStock
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu menyampaikan kabar gembira. Indonesia dikabarkan telah naik kelas dari sisi pendapatan nasional.

Bank Dunia, pada 1 Juli 2020 mengumumkan pendapatan nasional bruto (gross national income/GNI) per kapita Indonesia naik dari posisi sebelumnya US$ 3.840 menjadi US$ 4.050.

Dengan catatan itu maka Indonesia kini berada di kelas negara berpenghasilan menengah atas (upper middle income country) dari sebelumnya negara berpenghasilan menengah bawah (lower middle income country).

Tapi apa maksudnya Indonesia naik kelas?

Direktur Eksekutif Institute Development of Economic and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menjelaskan, GNI per kapita itu menunjukkan tingkat kesejahteraan masyarakat di suatu wilayah atau negara. Itu artinya jika GNI per kapita Indonesia naik maka seharusnya tingkat kesejahteraan masyarakatnya juga naik.

"Meski kita naik sedikit, ini GNT per kapita menggambarkan kesejahteraan masyarakat di suatu wilayah. Ini yang saya kira jauh lebih baik dari hitungan PDB. Artinya hitungannya rata-rata dari ekonomi yang ada di suatu negara dibagi jumlah penduduk," terangnya kepada detikcom, Minggu (5/7/2020).

Namun, hitungan GNI per kapita adalah penghitungan rata-rata. Artinya tetap ada jenjang dari yang kesejahteraannya paling rendah sampai yang paling tinggi.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menambahkan, Indonesia sendiri sudah lama berada dalam kelas low middle income sejak 2003 dan tak kunjung naik kelas. Indonesia baru bisa naik kelas berdasarkan penghitungan 2019 kemarin.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "2024, Jokowi Ingin Tak Ada Lagi Penduduk Sangat Miskin di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]