PT Pos Dapat Tugas Salurkan Bansos Corona, Begini Progresnya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 06 Jul 2020 22:30 WIB
PT Pos Indonesia Kantor Regional 7 Jatim meluncurkan inovasi layanan Cash on Delivery Customer to Customer Pos (COD C2C Pos). Mereka pun kini siap bersaing.
Foto: Enggran Eko Budianto
Jakarta -

Bantuan sosial tunai (BST) menjadi salah satu program jaring sosial yang diluncurkan pemerintah selama pandemi Corona. Bansos yang satu ini menyasar 9 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.

PT Pos Indonesia selaku penyalur bansos BST mengatakan bahwa penyaluran bansos di tahap I dan II hampir selesai. Secara rinci, untuk tahap I penyalurannya sudah mencapai 98% dan tahap II mencapai 97%.

Direktur Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia, Ikhwan Sutardiyanta mengatakan pihaknya sendiri menyalurkan sekitar 8.247.000 bantuan tunai ke seluruh cabang Pos Indonesia dari total 9. Sisanya bantuan diberikan lewat Bank BUMN bagi keluarga yang memiliki rekening bank BUMN.

"Jadi yang nggak punya rekening disalurkan ke kita melalui PT Pos. Yang kita berikan itu 90% lebih, sekitar 8.247.000 penerima manfaat. Kalau progressnya, sudah 98% pembayaran tahap I, kalau tahap II 97%," jelas Ikhwan di Gedung Pos Filateli, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2020).

Ikhwan menjelaskan masih ada beberapa KPM yang belum mendapatkan bansos, dia menjelaskan mereka adalah keluarga yang tinggal di daerah terluar, terdepan, tertinggal alias 3T. Masalahnya, menurut Ikhwan penyaluran bansos terkendala mobilisasi yang sulit.

"Kita memang sisakan beberapa KPM yang memang masih berprogress. Utamanya ini untuk daerah 3T. Masalahnya penyaluran ini butuh effort sangat besar, kadang kita harus tunggu kapalnya dulu kalau ke pulau-pulau," kata Ikhwan.

"Maka dari itu dari Kemensos arahkan biar pemberiannya digabung tahap I dan II jadi nggak bolak balik," ungkapnya.

Selanjutnya, Ikhwan mengatakan pihaknya sedang bersiap untuk menyalurkan bansos tahap III. "Nanti tinggal tahap III nanti yang sampai ke September. Itu kan ada bantuan lagi cuma nominalnya lebih kecil Rp 300 ribu per bulan," ujarnya.

Sebagai informasi, KPM penerima BST merupakan para keluarga yang terdampak COVID-19. Pemberian BST selama tiga bulan hingga Juni, setiap KPM menerima Rp 600.000 per bulannya. Selanjutnya bansos ditambah lagi hingga 3 bulan dengan bantuan diturunkan Rp 300.000 per bulan.

KPM yang mendapat BST ini merupakan penerima di luar data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) yang dikelola Kemensos, atau sasarannya warga miskin yang belum mendapatkan bantuan baik dari Desil 2, Desil 3, Desil 4, dan non desil.



Simak Video "Karyawan PT Pos Indonesia Demo, Minta Direksi Dicopot"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)