DPR Kritik Mentan Pakai Kalung 'Antivirus' Corona saat Rapat

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 07 Jul 2020 13:22 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo rapat dengan Komisi IV DPR (Vadhia Lidyana-detikcom)
Foto: Kementan rapat di DPR pakai kalung 'antivirus' (Vadhia Lidyana - detikcom)
Jakarta -

Produk eucalyptus yang sebelumnya diklaim Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai 'antivirus' Corona kembali diperdebatkan. Kali ini Anggota Komisi IV DPR RI melontarkan pertanyaan soal itu..

Salah satunya anggota Komisi IV DPRI Suhardi Duka dari fraksi Demokrat. Ia mempertanyakan tugas, pokok, dan fungsi (tupoksi) Kementan dalam mengembangkan produk eucalyptus tersebut. Menurutnya, produk-produk yang berkaitan dengan penanganan medis pandemi virus Corona (COVID-19) harusnya dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Saya kira tidak bagus kalau Kemenkes yang mengungkapkan soal bibit padi baru. Ini, sama halnya saya kira kalau obat-obatan harus masuk dalam uji klinis, farmasi dan sebagainya, saya kira adalah tupoksi Kemenkes. Kalau Kemenkes yang mengungkapkan bahwa ini bernilai obat saya kira nilai percayanya sangat tinggi," kata Suhardi dalam rapat kerja Komisi IV dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi IV Mindo Sianipar dari fraksi PDIP mempertanyakan kemampuan produk eucalyptus yang diklaim bisa 'membunuh' virus Corona.

"Bapak nanti buat statement nanti dibully, seperti halnya sekarang Bapak mendapatkan informasi dari staf Bapak soal kalung antivirus. Secara teknologi, saya nggak yakin itu Pak, teknologi antivirusnya itu. Apa yang ditebarkannya, panjang gelombang berapa yang bisa merusak sel dari virus itu," tutur Mindo.

Ia pun meminta agar Syahrul tak lagi memakai kalung eucalyptus ini, apabila jika disaksikan publik. Pasalnya, dalam raker ini Syahrul bersama seluruh jajaran Kementan mengenakan kalung eucalyptus itu.

"Jadi kalau Bapak memakai itu sekarang, mohon televisi itu jangan dishoot itu. Nanti masyarakat jadi berlomba-lomba memakai itu karena menterinya memakai itu. Padahal belum tahu kita ini. Jadi jangan dululah memakai itu ya," ujar Mindo.

Kemudian, anggota Komisi IV Ahmad Ali dari fraksi Nasdem meminta agar Kementan bisa menyusun statement kepada publik yang lebih baik terkait produk eucalyptus itu. Sehingga, tidak ada keributan yang muncul atas klaim Kementan pada produk tersebut.

"Narasi yang dibangun dari Kementan ini lebih disamakan sehingga kemudian tidak menimbulkan kegaduhan. Saya mungkin lebih tepat menyampaikan ini kalung kesehatan atau apa pun namanya. Sehingga kemudian orang tidak terjebak. Karena memang saat ini dunia belum satu pun berani mengklaim bahwa menemukan penelitian yang berhasil mengendalikan atau membunuh virus ini," tutup Ahmad.



Simak Video "Ampuhkah Kalung 'Antivirus' Eucalyptus untuk Tangkal COVID-19?"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)