Begini Strategi Pulihkan Bisnis Penangkapan Ikan dari Corona

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 07 Jul 2020 14:42 WIB
Nelayan di pantai utara Jakarta masih melaut di tengah pandemi COVID-19. Namun penjualan ikan hasil tangkapan menurun akibat pandemi tersebut.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Bisnis di sektor kelautan dan perikanan diharapkan mampu meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan nasional, khususnya sektor perikanan tangkap. Namun itu memerlukan langkah yang luar biasa dan strategis terutama di saat dan pasca merebaknya virus Corona.

"Pengembangan sektor perikanan tangkap nasional perlu pendekatan-pendekatan yang extra ordinary, sebagai respon atas prediksi banyak lembaga-lembaga internasional akan terjadinya kelesuan ekonomi yang mengarah pada resesi global," kata Dr. Agus Suherman, Ketua Forum Komunikasi Kemitraan Perikanan Tangkap (FK2PT) dalam Webinar Temu FK2PT yang dikutip Selasa (7/7/2020).

Selain itu, Agus menilai UMKM sebagai penyangga ekonomi nasional perlu mendapatkan perhatian, terlebih sektor perikanan tangkap.

Menurutnya ada kecenderungan pergerakan kaum urban kembali ke desa akibat PHK karena pabrik tutup atau mengurangi produksi. Tenaga mereka dapat disalurkan ke kegiatan usaha penangkapan ikan. Namun diperlukan koordinasi antar lembaga dan kementerian guna membuka akses lapangan kerja bagi masyarakat yang terkena PHK.

Perlu dilakukan relaksasi izin penangkapan dari pemerintah agar sektor perikanan tangkap bisa membuka lapangan kerja serta meningkatkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Misalnya saja memberikan izin kapal untuk menangkap di dua Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP), serta peningkatan armada tol laut untuk mengangkut reefer container dari sentra-sentra perikanan ke sentra pengolahan maupun konsumsi.

Di sisi lain, lanjut dia, upaya perluasan pasar domestik dan internasional atas produk perikanan juga harus didorong secara masif. Dari sisi PNBP saja, relaksasi izin akan menambah potensi kenaikan 2 kali lipat dari Rp 521 miliar menjadi Rp 1 triliun. Itu belum ditambah kontribusinya terhadap pembukaan lapangan kerja baru. Sementara itu, produktivitas nelayan bisa meningkat 1,5 kali.

Webinar FK2PT Serial I yang mengangkat topik "Era Adaptasi Norma Baru untuk Pelaku Usaha Perikanan Skala Besar (Longline dan Purse seine)", juga menghadirkan pembicara Machmud, SPi, MSc, Direktur Pemasaran KKP; James Then, SE, MM, Ketua Himpunan Nelayan Purse Seine Nusantara (HNPN); Dwi Agus Siswa Putra,SE, Ketua II Asosiasi Tuna Longline Indonesia (ATLI); Prof Dr Ir Indra Jaya, MSc.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Mendengar Kembali Pernyataan Edhy Prabowo soal Ekspor Benur"
[Gambas:Video 20detik]