Ekonomi London Tak Lagi Sama karena Corona

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 07 Jul 2020 18:12 WIB
LONDON, ENGLAND - MARCH 13: A quiet Piccadilly Circus on March 13, 2020 in London, England. The Prime Minister announced the UK is entering the delay phase of emergency planning for the Covid-19 crisis.  Schools will not be closed at this time although they have been asked to cancel school trips abroad. People with cold symptoms or a temperature are asked stay home for seven days. (Photo by Dan Kitwood/Getty Images)
Foto: Getty Images/Dan Kitwood
Jakarta -

Juni lalu pemerintah Inggris telah mencabut lockdown dan membuka kembali kegiatan ekonominya. Meski begitu, ekonomi London seperti akan sulit untuk bangkit. Pandemi virus Corona telah mengubah kota indah itu menjadi terpuruk.

Pandemi virus Corona yang menyebabkan jutaan orang harus berdiam diri di rumah berbulan-bulan dan membuat sektor bisnis terpaksa berhenti. Dampak dari penguncian wilayah (lockdown) yang dilakukan Inggris sejak Maret lalu memperparah keadaan London.

Dikutip dari CNN, Selasa (7/7/2020) ekonomi London diperkirakan berkontraksi hampir 17% tahun ini. Penurunan ini lebih tajam dari penurunan Inggris secara global, yakni sebesar 14% yang diprediksi dari Bank of England.

Perusahaan-perusahaan di London diperkirakan memangkas pegawainya hingga 460.000 pekerja atau sekitar 7% dari tenaga kerja dari sektor manufaktur, konstruksi, ritel, akomodasi dan restoran. Kondisi tenaga kerja London diprediksi tidak akan pulih dalam waktu cepat, kemungkinan 2022 pun belum pulih.

Selain itu laju transportasi juga dibatasi untuk menekan penyebaran virus. Ketidakpastian selesainya pembuatan vaksin virus Corona kini orang-orang dan perusahaan di London tengah berjuang menyelamat diri dari paparan virus ini.

Ekonomi London sedikit terbantu dengan dibukanya tempat hiburan seperti pub, restoran, hingga salon. Saat ini, London terus berupaya mempertahankan statusnya sebagai pusat bisnis global terkemuka.

Google, Facebook, dan Amazon memiliki kantor besar di London dan investasinya masih berlanjut meski di tengah virus Corona. Keterpurukan ekonomi London mungkin bisa ditambal oleh sektor tekonologi.

Lockdown yang berlaku di London sendiri justru membantu kemajuan teknologi digital dalam kehidupan orang sehari-hari. Selama lockdown perusahaan memberlakukan bekerja dari rumah atau work from home. Hal tersebut mendorong perusahaan teknologi informasi dan kesehatan tetap berjalan.



Simak Video "Satgas PEN: Faktor Kesehatan Kunci Pemulihan Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)