IA-CEPA & AHKFTA Berlaku, Wamendag: Ini Prestasi Perundingan Kita

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikFinance
Rabu, 08 Jul 2020 21:54 WIB
Wamendag Jerry Sambuaga
Foto: dok kemendag
Jakarta -

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengumumkan bahwa hampir bersamaan dengan diberlakukannya Indonesia-Australia Economic Comprehensive Agreement (IA-CEPA), diberlakukan pula ASEAN-Hong Kong Free Trade Agreement (AHKFTA). Ia pun menyatakan bahwa hal ini adalah prestasi perundingan perdagangan Indonesia yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan dengan kementerian dan lembaga terkait.

Jerry mengatakan, hasil-hasil positif perundingan perdagangan ini akan memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan akses pasar barang dan jasa produk Indonesia dan kerja sama ekonomi lainnya.

"Ini sesuai dengan visi presiden untuk memperkuat struktur ekonomi Indonesia, salah satunya dengan meningkatkan ekspor. Saya mengapresiasi tim kami di Kemendag dan kementerian serta lembaga lain yang bekerja keras selama bertahun-tahun," ujar Jerry, dalam keterangan tertulis, Rabu (8/7/2020).

Menurut Jerry, Hong Kong adalah pintu gerbang atau hub perdagangan barang dan jasa. Dengan pemberlakukan AHKFTA, produk-produk Indonesia akan dipermudah berkaitan dengan tariff sehingga meningkatkan daya saing di kawasan regional maupun global.

"Ada 4956 pos tariff yang dihapus alias 0%. Ini artinya, harga produk Indonesia akan terdongkrak daya saingnya dibandingkan produk serupa dari negara lain. Kami berharap para pelaku usaha bisa memanfaatkan ini," ungkapnya.

Seperti dalam IA-CEPA, Jerry menekankan bahwa AHKFTA bukan hanya soal perdagangan produk barang, tetapi juga jasa, pengamanan perdagangan, standarisasi, kerja sama ekonomi, kerja sama teknis, hak kekayaan intelektual, dan ketentuan lainnya. Ini menjadi peluang besar bagi pelaku usaha di banyak sektor, termasuk UMKM. Karena itu menurutnya, diharapkan peluang ini diantisipasi dengan baik.

Jerry pun menjelaskan, Indonesia sendiri selama ini merupakan eksportir produk-produk hasil tambang dan kerajinan ke Hong Kong. Beragam produk perhiasan, batu bara, emas, peralatan komunikasi, sarang burung walet, elektronik hingga produk tembakau adalah andalah ekspor Indonesia ke Hong Kong. Sedangkan impor utama Indonesia dari Hong Kong adalah peralatan komunikasi, emas, rambut palsu, tekstil & produk tekstil serta produk besi.

Dalam sektor jasa, Hong Kong memberikan komitmen pembebasan masuknya jasa bisnis, jasa komunikasi, jasa konstruksi, jasa keuangan, jasa pariwisata dan jasa transportasi dengan rata-rata kepemilikan modal asing mencapai 100%. Sebagai imbal balik, Indonesia memberikan komitmen liberalisasi pada sektor jasa konstruksi, jasa keuangan non-bank dan jasa pariwisata dengan partisipasi kepemilikan modal asing sebesar 49-51%.

"Dilihat dari struktur perjanjiannya, ini sangat menjanjikan. Tinggal sekarang bagaimana kita memanfaatkannya. AHKFTA ini baik untuk ekspansi bisnis maupun untuk menggairahkan ekonomi dalam negeri. Pengusaha Indonesia bisa berekspansi bisnis dengan kepemilikan 100% di Hong Kong, sebaliknya di dalam negeri, para pelaku usaha kita bisa bermitra dengan pengusaha Hong Kong untuk menggairahkan investasi di sektor keuangan dan sektor riil. Ada kemudahan untuk mendapatkan bahan baku dari aspek tariff. Jadi (AHKFTA) ini akan memudahkan industri manufaktur dan UMKM juga untuk lebih punya daya saing," pungkas Jerry.

Sebagai informasi, AHKFTA adalah perjanjian perdagangan antara Indonesia dan Hong Kong yang memungkinkan Indonesia mengakses pasar Hong Kong dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Perjanjian ini telah dibahas dalam serangkaian perundingan selama beberapa tahun. Meskipun negara kecil, tetapi Hong Kong adalah salah satu pusat industri jasa utama di dunia.



Simak Video "Penuhi Kebutuhan Masyarakat, Kemendag Impor 550 Ribu Ton Gula"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/hns)