Takut Corona, Bos-bos Perusahaan AS Absen Makan Malam Bareng Trump

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 09 Jul 2020 11:01 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memprediksi kasus corona di AS akan berakhir pada bulan Juli. Kok bisa?
Foto: AP Photo
Jakarta -

Beberapa elite perusahaan besar di Amerika Serikat (AS) menolak menghadiri undangan makan malam dari Gedung Putih dengan Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador. Beberapa CEO khawatir hadir karena disebutkan ada seorang pejabat yang positif terkena Corona.

Dilansir Reuters, Kamis (9/7/2020), Kepala Biro Pertanian AS Zippy Duvall dinyatakan positif COVID-19 pada hari Rabu pagi. Dia disebut sempat mengalami demam dan batuk, Duvall sendiri disebut tidak menghadiri makan malam.

Makan malam di Gedung Putih ini sendiri dihadiri 52 tamu, di Ruang Timur Gedung Putih. Makan malam ini adalah acara sosial tingkat negara paling terkemuka yang diselenggarakan oleh administrasi Presiden Donald Trump sejak pembatasan ketat karena virus Corona.

Setidaknya, ada tiga CEO perusahaan otomotif besar AS menolak hadir pada undangan makan malam dari Trump. CEO otomotif Detroit Jim Hackett dari Ford Motor Co, Mary Barra dari General Motors Co, dan Mike Manley dari Fiat Chrysler tidak menghadiri makan malam itu.

Padahal ketiga perusahaan ini akan mendapat manfaat dari peluncuran kesepakatan perdagangan baru AS-Meksiko-Kanada yang menggantikan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara.

Berdasarkan daftar hadir pada acara makan malam itu, Ford mengirim kepala operasi Amerika Utara, Kumar Galhotra. Sementara GM mengirim penasihat umum, Craig Glidden. Namun, tidak ada eksekutif Fiat Chrysler yang hadir.

Meski begitu, beberapa CEO AS dilaporkan hadir, mulai dari Jeff Martin dari Sempra Energy, Bob Swan dari Intel Corp, David Abney dari United Parcel Service Inc, Leon Topalian dari Nucor Corp, James Taiclet dari Lockheed Martin Corp, dan Steven Schwarzman dari Blackstone Group.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Trump Ingin Buka Sekolah, Meski Kasus Corona Tembus 3 Juta"
[Gambas:Video 20detik]