Gawat! Corona Bikin Masyarakat Miskin Makin Miskin

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 09 Jul 2020 21:30 WIB
Kemiskinan masih jadi persoalan yang terus dicari solusinya di Jakarta. Ketidakpastian ekonomi global hingga korupsi turut berimbas pada kehidupan masyarakat.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pandemi Corona membuat masyarakat miskin makin miskin. Pasalnya, berdasarkan survei sosial demografi Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pendapatan kelompok masyarakat miskin, rentan miskin, dan pekerja informal mengalami penurunan.

Dari hasil survei itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan sebanyak 70,53% masyarakat berpendapatan sampai Rp 1,8 juta per bulan mengalami penurunan.

"Survei ini menggambarkan semakin rendah pendapatan masyarakat, dampak penurunan pendapatan akibat COVID jauh lebih besar," kata Sri Mulyani di ruang rapat Banggar DPR, Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Sri Mulyani menjelaskan, salah satu penyebab penurunan pendapatan adalah penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pada penerapan itu, aktivitas ekonomi level bawah khususnya pekerja informal sangat terdampak.

"Hasil survei demografi COVID-19 yang dilakukan BPS, dampak COVID berpengaruh pada level akar rumput," ujarnya.

Survei BPS diikuti oleh 87.379 responden. Di mana, sekitar 56,40% dalam posisi bekerja, 22,74% tidak bekerja, 18,34% bekerja (dirumahkan sementara), 2,52% terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Dari total responden, sebanyak 35,78% responden mengaku pendapatannya menurun akibat COVID-19, diantaranya yang berpendapatan sampai Rp 1,8 juta.

Selain itu, sebanyak 46,77% masyarakat yang berpendapatan Rp 1,8 juta sampai Rp 3 juta mengalami penurunan. Sedangkan masyarakat yang berpendapatan Rp 3 juta sampai Rp 4,8 juta mengalami penurunan ada sebanyak 37,19%.

Selanjutnya
Halaman
1 2