Bisnis GAP Terancam Komentar Kanye West soal Vaksin Corona

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 10 Jul 2020 10:52 WIB
kanye west
Foto: ist
Jakarta -

Musisi kenamaan Amerika Serikat (AS) Kanye West melalui merek fesyen Yeezy pada bulan lalu mengumumkan kerja sama dengan perusahaan ritel, Gap. Hal itu membuat saham Gap melonjak.

Namun sikap West yang meragukan vaksin virus Corona (COVID-19) dinilai bisa mengancam bisnis perusahaan ritel raksasa asal Negara Adidaya tersebut. Dikutip dari CNN Business, Jumat (10/7/2020), dalam sebuah wawancara dengan Forbes, West mengatakan bahwa dirinya skeptis terhadap vaksin virus Corona.

"Begitu banyak anak-anak kita yang divaksinasi dan dilumpuhkan," katanya.

"Jadi, ketika mereka mengatakan cara kita memperbaiki COVID adalah dengan vaksin, aku sangat berhati-hati," jelasnya.

Konsultan merek mengatakan komentar West dapat menimbulkan risiko bagi Gap. Sentimen anti-vaksin khususnya, dapat membuat pelanggan gentar karena COVID-19 sendiri telah menewaskan lebih dari 130.000 orang Amerika, dan virusnya masih terus menyebar. Gap dan Yeezy tidak segera menanggapi hal tersebut.

CEO dan pendiri perusahaan hubungan masyarakat CommCore Consulting Group, Andrew Gilman menilai Gap mungkin tidak ingin berada di posisi yang terkait dengan mereknya. Pada saat ini hampir semua yang dikatakan dapat membahayakan citra dan merek.

Risiko tersebut dianggap tidak akan hilang dalam waktu dekat. Sejak kesepakatan Yeezy diumumkan, West juga mengatakan dia berencana mencalonkan diri sebagai presiden.

"Ini bisa berbahaya bagi merek untuk disejajarkan dengan selebriti yang sangat vokal," kata penulis The Kim Kardashian Principle, Jeetendr Sehdev kepada CNN Business melalui email.



Simak Video "Kanye West Bongkar Pernah Ingin Aborsi Anak, Kim Kardashian Marah"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/eds)