Proyeksi Ekonomi Global yang Bikin Jokowi Ngeri

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 10 Jul 2020 17:00 WIB
Ekspresi dan gestur Presiden Jokowi dalam raker 7 Juli 2020, diunggah Setpres 8 Juli 2020. (Dok YouTube Setpres)
Foto: Ekspresi dan gestur Presiden Jokowi dalam raker 7 Juli 2020, diunggah Setpres 8 Juli 2020. (Dok YouTube Setpres)
Jakarta -

Dampak yang ditimbulkan pandemi wabah COVID-19 terhadap sepertinya begitu besar. Beberapa lembaga internasional beberapa kali merevisi proyeksinya terhadap pertumbuhan ekonomi global tahun ini dan revisinya terus lebih dalam.

Proyeksi yang digambarkan begitu mengerikan. Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mengakui takut mendengar proyeksi-proyeksi tersebut. Dia khawatir krisis ekonomi benar-benar melanda Indonesia.

"Ngeri saya terus terang saya ngeri. Di kuartal III ini. Ini kuncinya di kuartal III. Saya melihat memang setelah kita rapat kabinet di sini ada pergerakan yang lumayan. Tapi belum sesuai dengan yang saya harapkan. Sudah bergerak lebih baik, sudah bergerak lebih bagus, tapi belum," ujarnya saat membuka rapat terbatas yang membahas serapan anggaran seperti dilansir Jumat (10/7/2020).

Jokowi pun sudah kesekian kalinya meminta para menterinya untuk bekerja tidak seperti biasanya. Bahkan dia minta para menteri bekerja seolah dalam keadaan krisis.

"Tadi di depan saya sudah minta, kita harus memiliki sense of crisis yang sama. Regulasi sederhanakan, SOP sederhanakan. Sesuai dengan keadaan krisis yang kita hadapi. Semua negara sekarang ini mengalami itu, kerjanya cepet-cepetan. Ini kita berkejar-kejaran dengan yang namanya waktu. Jadi sekali lagi ganti channel dari channel normal ke channel krisis," tegasnya.

Menurut catatan detikcom ada tiga lembaga yang mengeluarkan proyeksi ekonomi dunia tahun ini. Ketiga lembaga ini memproyeksikan ekonomi dunia tahun ini akan terkontraksi.

Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) memprediksi kontraksi ekonomi global diprediksi mencapai minus 6 hingga 7,6%. Untuk Indonesia OECD memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun ini terkontraksi atau minus sebesar 2,8% hingga minus 3,9%.

Lalu Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) meramal ekonomi dunia akan minus 4,9% di akhir 2020. Angka ini lebih rendah dibandingkan proyeksi yang dirilis pada April yaitu minus 1,9%. Untuk Indonesia IMF prediksi minus 0,3%.

Sementara Bank Dunia (World Bank/WB) memprediksi pertumbuhan ekonomi global terkontraksi hingga -5,2% selama tahun 2020. Bank Dunia menilai penurunan pertumbuhan ekonomi tersebut akan menjadi resesi yang paling dalam sejak perang dunia kedua. Bahkan resesi akibat COVID-19 merupakan pertama sejak 1870 yang dipicu oleh pandemi.



Simak Video "Jokowi Pimpin Upacara Peringatan Hari Pramuka Ke-59 di Istana"
[Gambas:Video 20detik]
(das/eds)