Penjual Layangan Kantongi Omzet Rp 16 Juta/Bulan Sejak WFH

Soraya Novika - detikFinance
Senin, 13 Jul 2020 14:40 WIB
Layang-layang
Foto: Soraya Novika
Jakarta -

Sejak diterapkannya kerja dari rumah (work from home) beberapa waktu lalu, berbagai aktifitas fisik yang sempat ditinggalkan kini jadi hype lagi. Mulai dari bersepeda, bercocok tanam hingga bermain layang-layang. Alhasil para penjual yang menawarkan objek-objek berkenaan dengan aktifitas tersebut ikut kecipratan cuan.

Pemilik agen layangan dan benang TW di bilangan Jakarta Barat, Wisnu Hadi salah satunya, sejak ada WFH, penjualan layang-layangnya meroket hingga 100% dari rata-rata penjualan tahun-tahun sebelumnya.ua

Kalau biasanya Wisnu menerima Rp 70-100 juta setahun, kali ini bisa mencapai Rp 150-200 juta setahun. Artinya, bila dirata-rata setiap bulan, Wisnu bisa meraup omzet hingga Rp 16 juta lebih per bulan. Dengan begitu, penjualan tahun ini adalah yang tertinggi semenjak bisnis layang-layangnya berdiri sejak 1993 lalu.

"Sampai 100% ya, ini baru pertama kali seperti ini," ujar Wisnu kepada detikcom, Senin (13/7/2020).

Selama ini, penjualan layang-layang di tokonya bisa ludes terjual di musim-musim tertentu saja. Namun, tahun ini permintaan layang-layang terus meningkat berbulan-bulan sejak Maret 2020.

"Meningkat terus ya dari Maret kemarin, biasanya musiman pas menjelang Agustusan atau Hari Raya gitu," sambungnya.

Layang-layangLayang-layang Foto: Soraya Novika

Hal serupa juga dialami oleh Toko Layangan Jangkrik di Cengkareng. Menurut Asisten Toko Layangan Jangkrik Lina, penjualan di tokonya melonjak hingga 90% dari rata-rata biasanya. "Alhamdulillah naik terus ya antara 80-90%," kata Lina.

Sama seperti Wisnu, penjualan layangan di Toko Lina biasanya hanya laku di musim-musim tertentu. Sedangkan tahun ini cukup berbeda, permintaan terus masuk setiap bulannya sejak awal tahun 2020.

"Biasanya paling rame itu pas musim-musim libur sekolah, kalau tahun ini meningkat terus dari awal tahun," tambahnya.

Namun, sedikit berbeda dari Wisnu, Toko ini pernah juga mendulang keuntungan serupa di tahun 2016. Saat itu, katanya memang sedang musimnya layangan. "Ia yang paling laku itu di tahun 2016 dan 2020 ini, kalau waktu itu lakunya karena musiman sih, layanan begitu sukanya musiman," pungkasnya.



Simak Video "Festival Layang-layang Surabaya, Adu Cantik Melayang di Angkasa"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)