Hemat Anggaran, Jokowi Bakal Pangkas 18 Komisi & Lembaga

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 13 Jul 2020 18:45 WIB
Ekspresi dan gestur Presiden Jokowi dalam raker 7 Juli 2020, diunggah Setpres 8 Juli 2020. (Dok YouTube Setpres)
Foto: Ekspresi dan gestur Presiden Jokowi dalam raker 7 Juli 2020, diunggah Setpres 8 Juli 2020. (Dok YouTube Setpres)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan merampingkan 18 komisi dan lembaga. Langkah ini diambil demi menghemat anggaran negara.

"Dalam waktu dekat ini ada 18 (komisi dan lembaga yang dirampingkan)," ujar Jokowi sore ini kepada awak media di kawasan kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (13/7/2020).

Jokowi menjelaskan, alasan utama dirinya merampingkan 18 lembaga dan komisi pemerintahan adalah demi menghemat anggaran. Menurutnya banyak fungsi dan tugas lembaga dan komisi pemerintahan yang bisa dikembalikan ke kementerian terkait.

"Semakin ramping organisasi ya cost-nya kan semakin bisa kita kembalikan. Anggaran, biaya. Kalau pun bisa kembalikan ke menteri, kementerian, ke dirjen, direktorat, direktur, kenapa kita harus pake badan-badan itu lagi, ke komisi-komisi itu lagi," tambahnya.

Jokowi yakin, dengan perampingan lembaga dan komisi maka dampaknya bukan hanya penghematan, tapi juga kinerja pemerintahan akan lebih lincah.

"Saya ingin kapal itu sesimpel mungkin sehingga bergeraknya menjadi cepat. Organisasi ke depan kira-kira seperti itu. Bolak-balik kan saya sampaikan, negara cepat bisa mengalahkan negara yang lambat. Bukan negara besar mengalahkan negara yang kecil, nggak. Kita yakin," tutupnya.



Simak Video "Jokowi: Jangan Buru-buru Menutup Wilayah!"
[Gambas:Video 20detik]
(das/hns)