Singapura Resesi, Bagaimana Kegiatan Dagangnya dengan RI?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 15 Jul 2020 12:57 WIB
Visitors gather at the landmark Merlion Park as the city skyline is blanketed by haze in Singapore on September 18, 2019. - Air quality worsened in Singapore days before the citys Formula One race, as toxic smog from Indonesian forest fires engulfed the region. (Photo by Roslan RAHMAN / AFP)
Foto: Roslan RAHMAN / AFP
Jakarta -

Singapura mengumumkan mengalami resesi ekonomi karena sudah dua kuartal mengalami pertumbuhan yang negatif. Apakah kondisi ini berdampak ke Indonesia yang merupakan mitra dagang Singapura?

Menanggapi hal tersebut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengungkapkan saat ini memang ekonomi Singapura terkontraksi cukup dalam.

Dia menjelaskan Singapura mengumumkan resesi ekonomi dengan posisi perekonomian periode April dan Mei. "Tapi pada Juni sebetulnya ekspor Indonesia ke Singapura masih ada peningkatan sebesar US$ 137,3 juta," kata Suhariyanto dalam konferensi pers, Rabu (15/7/2020).

Dari data BPS ekspor ke Singapura yang mengalami peningkatan diantaranya adalah logam mulia, perhiasan dan permata. Kemudian mesin dan perlengkapan listrik hingga alat mekanis serta tembakau.

"Jadi kalau lihat angka ini masih oke, seberapa dalam pengaruhnya harus di lihat ke depan," jelas dia.

Sebelumnya Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad menjelaskan ada tiga jalur yang dilewati oleh hubungan antar negara. Seperti Indonesia dan Singapura yang saat ini berada di jalur perdagangan.

"Dari data terakhir Singapura itu posisinya nomor 5 mitra dagang Indonesia. Itu posisi penting ya," kata dia.

Dia mengungkapkan neraca perdagangan Indonesia dengan Singapura juga sudah mencatatkan penurunan periode Mei 2020. Hal ini karena melemahnya ekspor non migas.

Selanjutnya ada pula jalur investasi yang saat ini memberikan kontribusi ke pertumbuhan Indonesia. Tauhid menyampaikan dari sisi pariwisata juga sangat berpengaruh dengan kondisi ini.



Simak Video "Bahu Membahu Selebriti-Petani di Korsel Hadapi Krisis Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)