BI: Pemulihan Ekonomi Dunia Lebih Lama dari Prakiraan Sebelumnya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 16 Jul 2020 15:57 WIB
Logo Bank Indonesia
Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikFinance
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) menyebut kontraksi perekonomian global masih terus berlanjut. Pemulihan ekonomi dunia bisa lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

"Kontraksi perekonomian global berlanjut dan pemulihan ekonomi dunia lebih lama dari prakiraan sebelumnya," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers virtual, Kamis (16/7/2020).

Perry menambahkan penyebaran COVID-19 yang kembali meningkat di beberapa negara seperti Amerika Serikat (AS), Brasil, dan India, mempengaruhi perkembangan ini.

"Selain itu, mobilitas pelaku ekonomi yang belum kembali normal sejalan penerapan protokol kesehatan turut menahan aktivitas ekonomi," kata dia.

Dia mengungkapkan perkembangan ini menyebabkan efektivitas berbagai stimulus kebijakan yang ditempuh dalam mendorong pemulihan ekonomi di banyak negara maju dan negara berkembang termasuk China menjadi terbatas.

Sejumlah indikator ekonomi global menunjukkan permintaan yang lebih lemah, ekspektasi pelaku ekonomi yang masih rendah, serta permintaan ekspor yang tertahan sampai Juni 2020.

Sejalan dengan permintaan global yang lebih lemah tersebut, volume perdagangan dan harga komoditas dunia juga lebih rendah dari perkiraan semula dan menurunkan tekanan inflasi global.

Lambatnya pemulihan ekonomi dunia serta kembali meningkatnya tensi geopolitik AS-China menaikkan ketidakpastian pasar keuangan global.

"Perkembangan ini akhirnya menahan berlanjutnya aliran modal ke negara berkembang dan kembali menekan nilai tukar negara berkembang, termasuk Indonesia," ujarnya.



Simak Video "Penyederhanaan Nilai Rupiah alias Redenominasi Nongol Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/ara)