Ini yang Bikin 70% Pesawat Garuda 'Nganggur'

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 18 Jul 2020 11:30 WIB
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) datangkan pesawat Boeing 777-300ER untuk melayani penerbangan haji mulai Agustus 2015. Hari ini maskapai pelat merah itu menerima B777-300ER ketujuhnya di Hanggar 2 Garuda Maintenance Facilities (GMF), kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng. Rachman Haryanto/detikcom.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Maskapai penerbangan Indonesia dan dunia tengah tertekan akibat pandemi COVID-19. Kegiatan operasional penerbangan berkurang drastis, akibatnya tak sedikit pesawat yang nganggur alias hanya terparkir di bandara.

Hal ini salah satunya dialami oleh maskapai penerbangan BUMN, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Direktur Utama Garuda Irfan Setiaputra mengungkapkan dari total armada pesawatnya, 70% diantaranya nganggur atau tidak beroperasi.

"70% armada kita parkir karena sepi penumpang," ujar Irfan kepada detikcom, Sabtu (18/7/2020).

Selain karena sepi penumpang, beberapa pesawat nganggur karena butuh maintenance. Namun, jumlahnya tak banyak, hanya sebagian kecil.

"Yang maintenance nggak banyak," sambungnya.

Akibatnya, ada biaya yang masih harus menjadi beban. Diantaranya biaya parkir hingga sewa pesawat. Namun, saat dikonfirmasi lebih lanjut soal berapa biaya yang harus dikeluarkan maskapai, Irfan tidak menjawab.

"Dan biaya sewa masih jalan juga, tapi mudah-mudahan peningkatan penumpang ke depan bisa membuat pesawat tersebut terbang lagi," pungkasnya.

Adapun mayoritas armada pesawat Garuda saat ini diparkir di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten dan sisanya di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka.



Simak Video "22 Orang Tewas dalam Kecelakaan Pesawat Militer Ukraina"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)