Perumnas Mau Dapat Suntikan Modal Rp 650 Miliar, Buat Apa?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 21 Jul 2020 15:38 WIB
Pengembalian Uang Korupsi Samadikun

Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Toni Spontana (tengah) menyerahkan secara simbolis kepada Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A. Arianto (ketiga kanan) uang ganti rugi korupsi Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI) dengan terpidana Samadikun Hartono di Gedung Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (17/5/2018). Mantan Komisaris Utama PT Bank Modern Samadikun Hartono terbukti korupsi dana talangan BLBI dan dihukum 4 tahun penjara serta diwajibkan mengembalikan uang yang dikorupsinya sebesar Rp 169 miliar secara dicicil. Grandyos Zafna/detikcom

-. Petugas merapihkan tumpukan uang milik terpidana kasus korupsi BLBI Samadikun di Plaza Bank Mandiri.
Foto: grandyos zafna
Jakarta -

Perum Perumnas akan mendapat penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 650 miliar. Rencananya, suntikan modal negara itu akan digunakan untuk menggenjot pembangunan rumah tapak.

Direktur Utama Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro mengatakan, adanya dana tersebut akan mempercepat proyek-proyek rumah tersebut.

"Ini akan menjadi amunisi kami dalam mempercepat pembangunan proyek kami yang mayoritas adalah berkonsep kawasan rumah tapak," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (21/7/2020).

Dia menjelaskan, terdapat 46 proyek kawasan rumah tapak yang tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan NTB yang menjadi fokus Perumnas ke depan. Sementara, setidaknya ada 8 proyek rumah susun yang sedang digarap.

Dia melanjutkan, ke depan juga terdapat beberapa penugasan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang saat ini dalam pembahasan.

"Beragam keberpihakan dari pemerintah ini yang memperkuat kami untuk dapat fokus pada pengembangan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan kami taruh apresiasi yang tinggi akan hal itu," kata Budi.

Dia menyebut, angka backlog saat ini masih menyentuh 7,6 juta rumah pada tahun 2019. Angka ini menjadi target yang akan dipenuhi Perumnas.

"Angka backlog yang masih menyentuh 7.6 juta unit di tahun 2019, porsi terbesar berada di kalangan MBR, itulah yang menjadi target kami," tutupnya.



Simak Video "Puslabfor Polri Olah TKP Crane Jatuh di Depok"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)