Ini Penyebab UMKM Banyak yang Belum Masuk Marketplace

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 21 Jul 2020 16:10 WIB
Untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk turut aktif mengucurkan  kredit Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) ke berbagai sektor pendorong ekonomi, khususnya sektor properti. Ketika pandemic Covid-19 berlangsung, BTN cukup agresif memberikan kucuran kredit bagi para pengusaha UMKM.
Foto: dok. Kemenkop UKM
Jakarta -

Digitalisasi diyakini bisa menjadi jalan keluar bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bertahan di tengah-tengah krisis seperti pandemi COVID-19 ini. Sayangnya, masih sedikit pelaku usaha yang sudah masuk ekosistem digital.

Berdasarkan data terakhir Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) dari total 64,19 juta pelaku UMKM di Tanah Air, baru 13% yang terhubung dengan pasar daring atau marketplace.

Menurut, Deputi Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Eddy Satriya kendala utama yang membuat UMKM sulit diajak beralih ke marketplace adalah karena rendahnya pemahaman teknologi dari para pelaku UMKM itu sendiri.

"Pemahaman teknologi di UMKM kita masih rendah. Padahal di dalamnya mencakup proses pemasaran, ini kendala yang kita hadapi," ujar Eddy dalam webinar dengan WhatsApp, Selasa (21/7/2020).

Lalu, kendala berikutnya adalah soal ketersediaan akses internet yang terbatas. Padahal, akses internet menjadi bagian penting dalam kegiatan ekonomi digital, sehingga diperlukan jaringan internet yang stabil. Sedangkan, sebagian besar pelaku usaha UMKM tersebar di daerah.

"Maka, ketersediaan akses menjadi kendala atas program UMKM go online," tambahnya.

Lalu, soal kamanan transaksi. Menurut Eddy masih banyak konsumen di Indonesia yang mengkhawatirkan keamanan bertransaksi secara online. Hal itu dinilai menjadi kendala tersendiri dalam mencetak lebih banyak UMKM ke marketplace.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Pelaku UMKM Klaten Geruduk Rumdin Bupati Terkait Subsidi Rp 2,4 Juta"
[Gambas:Video 20detik]