ADVERTISEMENT

Ini Penyebab UMKM Banyak yang Belum Masuk Marketplace

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 21 Jul 2020 16:10 WIB
Untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk turut aktif mengucurkan  kredit Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) ke berbagai sektor pendorong ekonomi, khususnya sektor properti. Ketika pandemic Covid-19 berlangsung, BTN cukup agresif memberikan kucuran kredit bagi para pengusaha UMKM.
Foto: dok. Kemenkop UKM

Terakhir, permodalan yang terbatas. Tidak dipungkiri menjalankan kegiatan bisnis berbasis digital juga perlu ditunjang telepon genggam dan layanan akses internet yang memadai. Namun, sayangnya pelaku usaha di sektor ini didominasi oleh usaha kecil yang mempunyai modal terbatas. Sekaligus tenaga kerja dengan keahlian yang terbatas.

Meski begitu, Kemenkop UKM, menurut Eddy bakal terus meningkatkan koordinasi dengan sejumlah kementerian/lembaga terkait serta BUMN, Perguruan Tinggi, Swasta, dan Startup. Tujuannya untuk meminimalisir kendala-kendala tersebut.

Adapun kegiatan yang dilakukan, yakni pengadaan akses/infrastruktur digital, akses pembiayaan, pelatihan, pendampingan, inkubator, dan sistem informasi digital UMKM. Dengan output yang dihadapkan ialah produksi meningkat, omzet meningkat, skala usaha meningkat, dan manajemen usaha meningkat.

"Pada akhirnya terbentuk komunitas UMKM berbasis digital. Sehingga UMKM naik kelas," katanya.

Sementara itu Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir memperkirakan Indonesia dapat meraup pemasukan mencapai US$ 133 miliar setara Rp 1.862 triliun (kurs Rp 14.000/US$) pada 2025. Meskipun saat ini ekonomi digital di Indonesia baru mencapai 49%. Hal itu ditandai dengan masih rendahnya jumlah UMKM yang memanfaatkan bisnis digital.

"Ekonomi digital akan terus berkembang pesat. Pemerintah sendiri menargetkan keuntungan dari ekonomi digital pada 2025 mencapai US$ 133 miliar," ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, saat ini jumlah UMKM yang menjajaki pasar digital baru mencapai 13% atau sekitar 8 juta usaha. Sementara, total jumlah UMKM di Tanah Air mencapai 64,19 juta yang mana sebanyak 63,35 juta di antaranya ialah pelaku usaha mikro.

Padahal sektor usaha ini tercatat mampu menyerap sampai 97% tenaga kerja di dalam negeri. Selain itu, UMKM juga berkontribusi sebesar 61,07% terhadap produk domestik bruto (PDB) dan 14,37% terhadap ekspor nonmigas RI.



Simak Video "Jokowi: Pemerintah Kalau Nggak Urus UMKM, Keliru & Salah Besar!"
[Gambas:Video 20detik]

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT