Airlangga Sebut Jurang Resesi RI Tak Sedalam Negara Lain

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 22 Jul 2020 19:11 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Foto: istimewa
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan jurang resesi ekonomi Indonesia tidak sedalam negera lain. Meskipun ada potensi penurunan ekonomi nasional yang dalam di kuartal II-2020.

"Pertama jurangnya (resesi) itu tidak sedalam negara lain," kata Airlangga saat menghadiri program acara CNNTVIndonesia, Jakarta, Rabu (22/7/2020).

Dia menyebut, seperti perekonomian Thailand yang secara teknis sudah resesi akibat pertumbuhannya di kuartal I minus 1,8% dan kuartal II minus 11,1%. Begitu pun dengan Brasil dan India yang ekonominya minus double digit.

"Indonesia pada kuartal I 2,97%, kuartal II itu antara -3,8% sampai minus 5%, Menteri Keuangan prediksi minus 4,2%, kita masih di atas. Jadi jurangnya itu tidak sedalam negara lain," jelasnya.

Agar ekonomi tidak menurun secara dalam, Airlangga mengaku sudah menyiapkan beberapa strategi, salah satunya mempercepat pelaksanaan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang menyasar sektor kesehatan, perlindungan sosial, korporasi, UMKM, hingga sektoral dan pemerintah daerah.

Dengan percepatan program tersebut, Airlangga mengaku titik balik perekonomian nasional bisa terlaksana di kuartal III dan kuartal IV tahun 2020.

"Kita jaga adalah kuartal III jadi bisa 0% sehingga kuartal IV positif," katanya.

"Untuk prediksi 2021 hampir berbagai lembaga apakah itu WB, IMF, memprediksi di jalur positif, ini memberikan keyakinan apa yang dilakukan pemerintah sudah ada pada track benar," tambahnya.



Simak Video "Ekonomi Tumbuh 7,07%, Komisi XI Apresiasi RI Keluar dari Resesi"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/zlf)