Industri Penerbangan Babak-belur, Pendapatan AP I Anjlok 43%

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 23 Jul 2020 14:17 WIB
Calon penumpang dengan menerapkan jaga jarak bersiap menaiki pesawat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (10/7/2020. Pada masa tatanan normal baru lalu lintas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta mulai meningkat pada bulan ini. Periode 1-5 Juli 2020, rata-rata penerbangan sebanyak 355 penerbangan per hari, naik dibandingkan pada 1-30 Juni 2020 rata-rata 243 penerbangan per hari.
Foto: dok. AP II
Jakarta -

Industri penerbangan babak-belur akibat pandemi COVID-19. Tak hanya perusahaan maskapai, pengelola bandara juga kena imbasnya. Pendapatan mereka pun tergerus.

Seperti yang dialami oleh PT Angkasa Pura I (Persero), pada semester I-2020 terjadi penurunan total pendapatan perusahaan sebesar 43,2% dari Rp 4,19 triliun pada semester I-2019 menjadi Rp 2,37 triliun pada semester I-2020. Hal itu terjadi seiring penurunan trafik penumpang.

Dikutip dari keterangan resminya, Kamis (23/7/2020), AP I mencatat trafik penumpang sebanyak 19.376.918 orang pada semester I-2020, turun 49% dibanding periode yang sama di 2019 sebanyak 37.899.691 orang.

Pada semester I ini juga terjadi penurunan cukup tajam pada trafik pesawat yang hanya 233.344 pergerakan, turun 31% dibanding trafik pada periode yang sama di 2019 sebanyak 337.350 pergerakan.

Sementara itu, penurunan tipis terjadi pada trafik kargo menjadi 204.528.816 kg pada semester I-2020 dari sebelumnya 216.332.211 kg pada periode yang di 2019.

"Pandemi COVID-19 ini sangat menekan industri aviasi dan perekonomian secara umum akibat pembatasan pergerakan orang dan barang untuk mengurangi risiko penyebaran COVID-19," kata Direktur Utama PT AP I Faik Fahmi dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (23/7/2020).

AP I pun telah melaksanakan program cost leadership dengan target penghematan beban operasional sebesar 50% dari RKA tahun ini. Berbagai pemangkasan biaya beban operasional telah dilakukan sebelumnya.

Pada semester II ini, pihaknya akan melakukan berbagai upaya untuk mencapai target penghematan tersebut.

Berbagai upaya yang dilakukan yaitu memanfaatkan green energy, meningkatkan kemitraan dengan pelaku industri di sektor nonaviasi untuk meningkatkan efektivitas pembelanjaan moda, pelelangan aktiva tetap tidak produktif seperti kendaraan bermotor, renegoisasi pembayaran dengan vendor (untuk barter antara pembayaran tepat waktu dengan diskon).

"Namun seiring dengan kebijakan adaptasi kebiasaan baru yang diinisiasi oleh pemerintah, kami optimis akan terjadi peningkatan trafik pada semester 2 2020 ini," sebutnya.

Industri penerbangan secara perlahan diyakini mulai bangkit dari terjangan pandemi COVID-19. Hal itu terlihat dari peningkatan lalulintas penumpang. Seperti yang tercatat di bandara kelolaan AP I, trafiknya konsisten mengalami pertumbuhan sejak Mei hingga Juli 2020.

AP I mencatat trafik penumpang pada periode 1-21Juli 2020 mencapai 875.213 orang. Jumlah ini lebih tinggi dibanding trafik pada Juni 2020 648.567 orang, dan Mei 2020 77.342 orang.

"Peningkatan ini membawa optimisme akan kebangkitan industri aviasi walau pertumbuhannya secara perlahan," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Begini Nasib 10 Bandara Tersibuk di Dunia Selama Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]