Gugus Tugas Diganti, Istana: Tak Benar Pemerintah Fokus Ekonomi Saja

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 23 Jul 2020 16:43 WIB
Moeldoko (Foto: Andhika/detikcom)
Foto: Moeldoko (Foto: Andhika/detikcom)
Jakarta -

Kantor Staf Presiden menepis anggapan pemerintah lebih memprioritaskan perbaikan ekonomi dibanding dengan kesehatan. Anggapan itu datang usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Komite yang menggantikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 ini memang didominasi oleh para menteri sektor ekonomi, mulai dari Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Kepala KSP Moeldoko menegaskan, pemerintah tetap memprioritaskan penanganan sektor kesehatan dalam menyelesaikan masalah Corona di tanah air.

"Pada kenyataan dalam struktur itu kan tetap melekat fungsi satgas penanganan COVID Pak Doni (Kepala BNPB). Jadi tidak benar kalau pemerintah berfokus pada sektor ekonomi saja. Tetapi sektor kesehatan menjadi prioritas dengan tidak meninggalkan sektor ekonomi dan sosial, dan keuangan," kata Moeldoko di kantornya, Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Moeldoko menjelaskan, pembentukan Komite Penanganan COVID-19 dan PEN ini juga diharapkan bisa menangani seluruh sektor yang terdampak dengan mempercepat pelaksanaan program pemulihan ekonomi yang sudah dianggarkan sebesar Rp 695,2 triliun.

Program ini, dikatakan Moeldoko menyasar beberapa sektor seperti kesehatan, perlindungan sosial, UMKM, korporasi, hingga sektoral dan pemerintah daerah. Dengan begitu, dirinya pun memastikan pemerintah tetap memprioritaskan penanganan sektor kesehatan untuk menyelesaikan masalah Corona di tanah air.

"Semuanya tersiapkan dengan baik dan tak perlu diskusikan wah ini pemerintah condong ke ekonomi abai ke kesehatan, endak. Dalam struktur jelas, tugas fungsi dan peran Pak Doni selaku mantan ketua gugus tetap melekat dalam organisasi yang baru," ungkapnya.



Simak Video "Penting! 5 Tahapan Protokol Menuju Masyarakat Produktif dan Aman"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/eds)