Corona Tak Kunjung Reda, Maskapai AS Catat Rugi Miliaran Dolar

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 24 Jul 2020 10:05 WIB
Maskapai AS Penuhi Tuntutan China Untuk Ubah Penyebutan Taiwan
Foto: Australia Plus ABC
Jakarta -

Sejumlah maskapai penerbangan Amerika Serikat (AS) mencatat kerugian hingga miliaran dolar. Hal itu akibat semakin anjloknya permintaan yang disebabkan meroketnya kasus virus Corona di AS.

Dikutip dari CNBC, Jumat (24/7/2020), sejumlah maskapai AS memprediksi pemulihan industri penerbangan tergantung dari turunnya kasus dan adanya vaksin Corona.

American Airlines dan Southwest Airlines Kamis kemarin telah membukukan kerugian kuartal-II. Kerugian bersih Southwest US$ 915 juta (Rp 13 triliun) dan American mencatat kerugian bersih US$ 2,1 miliar (Rp 30 triliun). Kerugian tersebut didorong turunnya pendapatan.

American mencatat pendapatannya turun 86% dan menjadi US$ 1,6 miliar setara Rp 23 triliun (kurs Rp 14.600) dibandingkan tahun lalu US$ 12 miliar (Rp 175 triliun). Sedangkan Southwest turun hampir 83% menjadi US$ 1 miliar (Rp 14 triliun) dari US$ 5,9 miliar (Rp 86 miliar) tahun lalu.

Selain itu pengeluaran untuk operasional juga harus terus berjalan. Juni ini American mendapati turunnya pengeluaran operasional dari US$ 100 juta per hari pada April lalu menjadi US$ 30 juta per hari. Sedangkan Southwest turun dari US$ 30 juta per hari April lalu, menjadi US$ 16 juta per hari di bulan Juni. Lonjakan infeksi virus Corona ditambah dengan pembatasan perjalanan mendorong maskapai mengurangi penerbangan untuk menahan uang operasional perusahaan.

CEO Southwest, Gary Kelly mengatakan maskapainya kemungkinan akan mengurangi jumlah penerbangan pada Agustus dan September. Sedangkan CFO American Airlines Derek Kerr mengatakan akan terus menambah langkah baru untuk menyelamatkan maskapai hingga masa mendatang.

"Kita harus bekerja lebih keras sekarang dan menyesuaikan kapasitas penerbangan Agustus dan September, untuk terus menekan pengeluaran," ujar Kelly

"Kami akan terus berupaya mencari cara untuk menekan pengeluaran hingga di masa mendatang," tambah Derek Kerr

Sejumlah maskapai AS telah menghabiskan kuartal-II untuk menopang likuiditas melalui utang dan ekuitas. Selain itu, Departemen Keuangan AS juga telah menggelontorkan dana sebesar US$ 25 miliar (Rp 365 triliun) yang dibagi kepada sejumlah maskapai AS sebagai dana penggajian karyawan.



Simak Video "Sederet Maskapai Dunia yang Bangkrut Gara-gara Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)