Pangkas Gaji Direksi dan Komisaris, Bos Garuda: Kok BUMN Lain Belum?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 24 Jul 2020 11:18 WIB
Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dan Komut Garuda Indonesia Triawan Munaf jadi pembicara dalam talkshow di Kementrian BUMN. Mereka melakukan salam komando.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra membeberkan sejumlah aksi perseroan dalam mengefisiensi pengeluaran di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Salah satunya ialah memotong gaji direksi dan komisaris.

Menurut Irfan, Garuda merupakan satu-satunya BUMN yang melakukan hal tersebut. Ia pun mempertanyakan mengapa BUMN lain belum mengambil langkah tersebut.

"Yang pertama kita lakukan itu di level direksi dan komisaris. Jadi mungkin bisa tahu, Garuda itu satu-satunya BUMN yang potong gaji. Saya nggak tahu kok BUMN yang lain belum mengikuti?" ujar Irfan dalam wawancara virtual bersama Rakyat Merdeka, Jumat (24/7/2020).

Namun, ia berpikir mungkin saja BUMN lain dalam kondisi baik meski ada tekanan pandemi COVID-19. "Tapi mungkin saja kondisi mereka baik-baik saja, saya nggak tahu juga kan," tutur Irfan.

Selain melakukan pemotongan gaji direksi dan komisaris, Garuda juga menawarkan kepada pegawai kontrak untuk dirumahkan secara sukarela, dan juga mempercepat masa kontrak.

"Kita menawarkan secara sukarela untuk dirumahkan kepada pegawai-pegawai kontrak. Kemudian beberapa pegawai kontrak kita percepat masa kontraknya, tapi kita bayarkan haknya, kita nggak mau dzolimlah," jelas dia.

Lalu, Garuda juga menawarkan pensiun dini pada karyawan dengan usia di atas 45 tahun. Saat ini, sudah lebih dari 400 karyawan yang memilih pensiun dini.

"Sudah lebih dari 400 yang mengambil. Kenapa mereka ingin pensiun dini? Beberapa memutuskan untuk istirahat di rumah, beberapa punya peluang lain, dan beberapa memutuskan untuk berbisnis," pungkasnya.



Simak Video "Pramugari Garuda Pakai Face Shield Ketimbang Baju APD, Ini Kata Dokter"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)