Disetujui Parlemen Taiwan, China Airlines Bakal Ganti Nama

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 24 Jul 2020 17:15 WIB
Pandemi COVID-19 berdampak dahsyat terhadap industri penerbangan. Wabah itu berdampak ke bisnis maskapai penerbangan di seluruh dunia yang terkapar dan kalut.
Foto: Getty Images
Jakarta -

Parlemen Taiwan telah menyetujui proporsal untuk mengubah citra dan nama maskapai terbesar di Taiwan, China Airlines pada Rabu, (22/7/2020). Rencana ini telah melalui diskusi panjang antara parlemen dan maskapai.

Proposal itu menekankan bahwa Kementerian Transportasi Taiwan harus menemukan cara untuk mengubah citra yang tidak melibatkan negosiasi ulang atau modifikasi kebebasan penerbangan internasional China Airlines.

Kementerian Transportasi Taiwan dituntut menyusun kebijakan untuk membantu memperkuat China Airlines sebagai merek internasional milik Taiwan sehingga tidak akan keliru dengan maskapai Air China.

"Kementerian Perhubungan dan Komunikasi akan mempelajari dan mengusulkan rencana yang layak untuk penggantian nama China Airlines secara bertahap," kata proposal yang disetujui dalam bahasa China, dikutip dari CNN, Jumat (24/7/2020).

Rebranding ini semakin menguat dalam beberapa bulan terakhir karena serangkaian penerbangan kargo China Airlines, yang digunakan untuk mengirimkan pasokan medis virus Corona ke seluruh dunia, secara keliru dianggap berasal dari China.

Warga Taiwan pun meradang dan membuat sebuah petisi di Change.org yang meminta perubahan nama China Airlines Petisi itu telah mengumpulkan 50 ribu tandatangan.

Sebagai informasi, China Airlines didirikan di Taiwan pada tahun 1959. Maskapai telah melayani 160 tujuan di 29 negara. Pemegang saham mayoritas adalah Yayasan Pengembangan Penerbangan China, yang sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah Taiwan.



Simak Video "Sederet Maskapai Dunia yang Bangkrut Gara-gara Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)