Duh! Medio Juli Serapan Anggaran Kesehatan untuk Corona Baru 7,22%

Trio Hamdani - detikFinance
Sabtu, 25 Jul 2020 09:00 WIB
Young Chinese man in mask sitting in lab while doctor in protective coveralls taking his blood in syringe for analysis
Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat dibuat geram karena serapan anggaran kesehatan untuk penanganan pandemi COVID-19 masih minim. Dalam video yang diunggah beberapa waktu lalu, Jokowi marah dan sempat melontarkan ancaman reshuffle.

Terkini, berdasarkan data yang dipaparkan Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara BKF Kemenkeu Pande Putu Oka, realisasi penanganan COVID-19 dan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk kesehatan baru 7,22% per 17 Juli 2020.

"Terkait dengan penerapan program dukungan COVID-19 pemulihan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional, pemerintah sebetulnya memang sudah secara teratur melakukan monitoring dan evaluasi program dari waktu ke waktu," kata dia dalam sebuah webinar, Jumat (24/7/2020).

Lalu realisasi anggaran untuk perlindungan sosial adalah 37,96%, sektoral dan pemda 6,03%, UMKM 24,42%, pembiayaan korporasi 0%, dan insentif usaha 11,22%.

Berkaitan dengan serapan anggaran kesehatan, Kepala BKF Febrio Kacaribu mengatakan bahwa sektor tersebut memang harus diperbaiki.

"Untuk ke depan pembelajaran penting untuk reformasi fiskal terutama tentu saja kita harus memperkuat sektor-sektor yang lemah, yang masih belum kuat basisnya, khususnya kalau kita lihat sektor kesehatan ini jelas harus diperbaiki supaya ke depan siap untuk mengantisipasi guncangan yang akan terjadi kapanpun," tambahnya.

Simak lagi kemarahan Jokowi soal anggaran kesehatan di halaman selanjutnya.