3 Saran CT Biar Ekonomi RI Sembuh dari Wabah Corona

Trio Hamdani - detikFinance
Minggu, 26 Jul 2020 17:46 WIB
Kemenko Bidang Perekonomian menggelar acara serah terima jabatan (Sertijab) dari Chairul Tanjung kepada Sofyan Djalil, di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (27/10/2014). Chairul Tanjung sudah tidak lagi menjabat sebagai Menko Perekonomian. Pengganti CT, sapaan Chairul Tanjung, adalah Sofyan Djalil.
Chairul Tanjung (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Founder & Chairman CT Corpora, Chairul Tanjung (CT) memberi sejumlah saran kepada pemerintah agar menelurkan kebijakan yang tepat untuk mengatasi dampak pandemi COVID-19, baik bagi sektor kesehatan maupun perekonomian.

1. Perbanyak Tes Corona

Sebagai seseorang yang pernah duduk di pemerintahan, CT pun sudah menyampaikan saran-sarannya secara langsung kepada menteri-menteri yang duduk di pemerintahan saat ini.

"Jadi yang pertama saya selalu katakan bahwa yang harus dilakukan pertama adalah menyelesaikan masalah kesehatannya, karena kalau masalah kesehatan ini tidak bisa kita tanggulangi maka yang terjadi adalah masalah ekonominya juga tidak akan pernah membaik," kata CT dalam Talkshow Virtual 'Menjaga Semangat, Membangun Asa, Indonesia Jaya', Minggu (26/7/2020).

Saat ini pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pun sudah dilonggarkan. Menurutnya tidak mungkin aktivitas ekonomi kembali disetop. Oleh karena itu dia menyarankan pemerintah memperbanyak melakukan swab test atau PCR test.

Pengetesan tersebut dilakukan kepada semua orang, khususnya yang berisiko tinggi terpapar virus Corona, yakni mereka yang kesehariannya bertemu banyak orang, baik pedagang, pengunjung pasar, hingga yang bersentuhan dengan transportasi umum.

"Jadi saya menyarankan kalau sekarang (pengetesan) kira-kira 20 ribuan per hari maka itu harus ditingkatkan menjadi 100 ribuan per hari. Contoh Jakarta misalnya, Jakarta ini sekarang 3 ribuan per hari, kalau perlu Jakarta ini harus 20.000 perhari," sebutnya.

2. Siapkan Tempat Khusus Karantina

Saran kedua di sektor kesehatan adalah orang yang positif Corona tidak boleh dikarantina di rumahnya masing-masing, kecuali rumahnya memang memungkinkan. Sebab mayoritas penduduk Indonesia tidak mempunyai kamar sendiri-sendiri.

"Jadi harusnya begitu dia positif (Corona), dia dikarantina di tempat-tempat yang memang disediakan pemerintah," ujarnya.

Untuk menampung mereka, pemerintah bisa memberdayakan hotel-hotel yang ada sebagai tempat karantina.

"Dengan begitu yang terjadi masyarakat yang positif (Corona) itu tidak menularkan, tapi masyarakat juga aman, yakin bahwa yang di luar itu sudah bersih. Jadi dengan begitu aktivitas ekonomi akan berjalan dengan baik," jelas CT.

3. Pastikan Bansos Tepat Sasaran

Lalu di sektor ekonomi, saran pertama CT yakni perlindungan sosial itu sebaiknya dilakukan langsung kepada si penerima. Jadi tidak melalui tahapan-tahapan. Menurutnya itu akan lebih efektif.

"Tapi saya tahu memang nggak mudah, karena kan kita tahu penyaluran anggaran ini kan melalui K/L, kementerian dan lembaga. Nah ini memang birokrasi. Ini nggak mudah tetapi tetap harus ada terobosan-terobosan baru," sebutnya.

Lalu yang berikutnya terkait pemulihan ekonomi. CT mengatakan sudah berbicara dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terkait hal itu agar prosesnya berjalan baik.

Menurutnya perlu ada leadership supaya tidak ada lagi perbedaan pemikiran yang justru menghambat. Sebab dalam keadaan krisis ini tiap lembaga harus saling mendukung dan saling menutupi kekurangan.

"Jadi dengan begitu, itu akan makin baik dan cepat prosesnya," ujarnya.

Untuk bantuan kepada UMKM, dia menyarankan sebaiknya jangan diberikan melalui bank tetapi langsung kepada pelaku usahanya, karena dengan begitu mereka bisa langsung bergerak. Tapi dia memahami bahwa data mengenai UMKM terbatas.

CT menilai memang banyak permasalahan yang dihadapi. Tapi yang terpenting saat ini adalah bagaimana mendapatkan solusinya.

"Kalau krisis itu jangan lihat prosedurnya, lihat sejauh mana kita bisa lebih banyak menolong orang untuk mengatasi krisis ini sehingga makin banyak orang selamat, makin banyak orang tidak terinfeksi, dan makin banyak orang tidak sacrifice, tidak berkorban karena permasalahan yang dihadapi khususnya masalah ekonomi," tambahnya.



Simak Video "Pemerintah Realisasikan 36,6% Anggaran Program Pemulihan Ekonomi "
[Gambas:Video 20detik]
(toy/dna)