Kiat Selamat dari Jerat Corona

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 27 Jul 2020 08:30 WIB
Jurang Resesi
Ilustrasi/Foto: Andhika Akbaryansyah
Jakarta -

Pandemi COVID-19 diyakini akan menyebabkan dampak negatif yang lebih parah dibandingkan krisis pendahulunya, yakni pada 1998 dan 2008 yang kala itu menghantam perekonomian Indonesia.

Founder & Chairman CT Corpora, Chairul Tanjung (CT) pun mengungkapkan perbedaan pandemi virus Corona dengan krisis sebelum-sebelumnya.

"Efek daripada penyebaran COVID-19 ini berakibat ekonomi yang lebih parah daripada krisis tahun 1998 dan krisis tahun 2008," kata CT dalam Talkshow Virtual 'Menjaga Semangat, Membangun Asa, Indonesia Jaya', Minggu (26/7/2020).

CT menjelaskan bahwa krisis 1998 disebabkan struktur perbankan dalam negeri rapuh. Mayoritas yang kena imbasnya adalah konglomerat.

Sementara krisis 2008, dia menjelaskan Indonesia hanya terkena imbasnya pada satu tahun pertama. Sebab kala itu Indonesia kedatangan dana asing setelah Amerika dan Eropa mengeluarkan kebijakan quantitative easing, yaitu kebijakan pelonggaran moneter bank sentral dengan menambah uang beredar.

Sementara pandemi COVID-19 tak pandang bulu, menghantam semua sektor. Sebab, menurut CT, pandemi ini menyangkut manusia.

"Dari yang besar sampai yang kecil, dan yang lebih parah yang kecil lebih merasakan sakit dibandingkan yang besar. Ya kenapa? orang-orang yang sekarang hidupnya itu susah itu menjadi lebih susah. Kenapa? karena ekonominya turun," tambah dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "CT Soroti Dampak Corona Dibanding Krisis 1998 di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]