Kembangkan Vaksin Corona, Perusahaan Ini 'Disuntik' AS Rp 6,8 T

Vadhia Lidyana - detikFinance
Senin, 27 Jul 2020 10:48 WIB
Vaksin Corona
Ilustrasi/Foto: Istimewa
Jakarta -

Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui otoritas pengembangan dan riset biomedika atau Biomedical Advanced Research and Development Authority (BARDA) telah mengucurkan dana bantuan tambahan sebesar US$ 472 juta atau sekitar Rp 6,89 triliun (kurs Rp 14.600) untuk Moderna Inc.

Moderna merupakan perusahaan farmasi AS yang telah menunjukkan perkembangan pesat pada pembuatan vaksin virus Corona (COVID-19).

Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Moderna pada Minggu (26/7) kemarin. Saat ini, Moderna telah memasuki fase 3 uji klinis atau tahap terakhir yang diperluas pada kandidat vaksinnya itu.

Sebelumnya, tepatnya pada 16 April 2020 lalu Moderna telah menerima dana bantuan sebesar US$ 483 juta atau sekitar Rp 7,55 triliun (kurs 16 April 2020 Rp 15.400) dari pemerintah AS untuk membiayai uji coba tahap awal kandidat vaksinnya.

"Melihat data perkembangan sejak fase pertama, kami yakin vaksin mRNA dari Moderna dapat membantu menangani pandemi COVID-19 dan mencegah wabah tersebut di masa mendatang," kata CEO Moderna St├ęphane Bancel dalam keterangan resminya, seperti yang dilansir dari Reuters, Senin (27/7/2020).

Jika ditotal, BARDA telah mengucurkan dana bantuan sebesar US$ 955 juta atau sekitar Rp 13,94 triliun untuk membiayai uji coba kandidat vaksin Moderna terhadap manusia.

Uji coba terhadap manusia atau studi fase 3 ini dilakukan bekerja sama dengan National Institute of Allergy and Infectious Diseases. Uji coba tersebut akan dilaksanakan pada hari ini, Senin 27 Juli 2020 yang melibatkan sekitar 30.000 peserta yang akan diuji.

Tak hanya Moderna, perusahaan farmasi AS Pfizer Inc dan Novavax Inc, serta perusahaan farmasi dari Inggris AstraZeneca Plc juga menerima dana dari BARDA untuk pengembangan vaksin Corona.



Simak Video "Jokowi Minta Rincian Suntikan Vaksin Corona Rampung dalam 2 Minggu"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)