Rincian Serapan Stimulus Penanganan Corona yang Bikin Jokowi Kesal

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 28 Jul 2020 12:31 WIB
Presiden Jokowi.
Presiden Joko Widodo (Jokowi)/Foto: Muchlis Jr-Biro Pers Setpres
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyinggung penyerapan anggaran stimulus penanganan COVID-19 yang masih rendah. Dari anggaran Rp 695,2 triliun baru terserap 19% atau Rp 135 triliun.

Pada program pemulihan ekonomi nasional (PEN), pemerintah menganggarkan Rp 695,2 triliun dan dialokasikan untuk sektor kesehatan sebesar Rp 87,55 triliun, perlindungan sosial Rp 203,90 triliun, insentif usaha Rp 120,61 triliun, UMKM sebesar Rp 123,46 triliun, pembiayaan korporasi Rp 53,57 triliun, dan sektoral kementerian/lembaga (k/L) serta pemda sebesar Rp 106,11 triliun.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengaku percepatan penyerapan anggaran PEN menjadi tantangan pemerintah pusat maupun daerah.

"Dari banyak program ini, kita lihat untuk kesehatan ini masih cukup rendah walaupun dalam 1 bulan terakhir ada perbaikan," kata Febrio dalam acara Mid-Year Economic Outlook 2020 via virtual, Selasa (28/7/2020).

Sektor kesehatan yang dianggarkan Rp 87,55 triliun baru terealisasi 7,74%, menurut Febrio pencairan paling banyak untuk penanganan pasien. Dirinya mengaku akan mempercepat proses pencairan insentif tenaga kesehatan (nakes).

"Jadi fokusnya memastikan nakes mendapat insentif, ini sudah di-simplify dan realisasinya lumayan tapi harus kita dorong agar insentif didapat nakes," ujarnya.

Perlindungan sosial sudah terealisasi 38,31% dari anggaran Rp 203,90 triliun. Menurut Febrio pemerintah optimistis program ini akan terserap hingga 100% lantaran pencairannya dilakukan setiap bulan.

"Jadi ini bagian dari program yang paling efektif," jelasnya.

Stimulus sektoral dan pemda baru terserap 6,57% dari anggaran Rp 106,11 triliun. Febrio mengatakan anggaran stimulus ini sangat berdampak pada ekonomi daerah khususnya desa. Sebab, anggaran ini biasanya dimanfaatkan untuk proyek padat karya.

Berlanjut ke halaman berikutnya.



Simak Video "Jokowi Targetkan 2 Tahun Ekosistem Digital di RI Terbangun!"
[Gambas:Video 20detik]